Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Sebagai tambahan, Amerika Serikat dilaporkan telah mengajukan proposal perdamaian berisi 15 poin kepada Iran untuk mengakhiri konflik. Proposal tersebut mencakup pembatasan program nuklir Iran serta pembukaan kembali akses Selat Hormuz.
Laporan The New York Times menyebutkan proposal itu disampaikan melalui Pakistan sebagai mediator. Media Israel Channel 12 juga melaporkan adanya rencana gencatan senjata selama satu bulan untuk membuka ruang negosiasi lanjutan.
Salah satu poin utama dalam rencana tersebut adalah penghentian pengayaan uranium di wilayah Iran. Iran juga diminta menyerahkan seluruh material uranium yang telah diperkaya karena dinilai berpotensi dikembangkan menjadi senjata nuklir.
Selain itu, Iran diminta membuka akses tanpa hambatan di Selat Hormuz. Selat tersebut merupakan jalur strategis menuju Teluk yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Blokade parsial yang sebelumnya dilakukan Iran dilaporkan telah memicu lonjakan harga energi global.
Sebagai imbalannya, Iran disebut akan memperoleh pencabutan sanksi serta dukungan pengembangan energi nuklir sipil, termasuk di fasilitas Bushehr. Bushehr sendiri menjadi salah satu lokasi penting yang sebelumnya dituduhkan Iran menjadi target serangan Israel.
Tonton: Thailand Turunkan Pajak Minyak? Dampak pada Harga BBM & Petani
Iran Tolak Proposal AS, Klaim Negosiasi Dibantah
Sementara itu, sumber diplomatik menyebut Iran menilai proposal perdamaian dari AS sebagai “terlalu maksimalis dan tidak masuk akal”. Teheran juga menegaskan tidak ada negosiasi langsung dengan Washington, meski komunikasi tetap berlangsung melalui sejumlah mediator.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa pertukaran pesan melalui mediator tidak dapat diartikan sebagai negosiasi. Ia juga menyebut Iran tidak menginginkan perang dan mengupayakan berakhirnya konflik secara permanen, namun tetap menuntut kompensasi atas kerusakan akibat serangan.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump terus menyatakan bahwa proses diplomasi masih berjalan.
Sumber: https://money.kompas.com/read/2026/03/26/143439826/iran-izinkan-kapal-kapal-melintas-di-selat-hormuz-tapi-dengan-syarat?page=all#page1













