kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Akses Selat Hormuz: Iran Izinkan Kapal Non-Musuh, Ini Syaratnya!


Jumat, 27 Maret 2026 / 04:15 WIB
Akses Selat Hormuz: Iran Izinkan Kapal Non-Musuh, Ini Syaratnya!
ILUSTRASI. Lalu lintas Selat Hormuz anjlok drastis setelah konflik pecah. Iran kini izinkan kapal non-musuh melintas, tapi dengan syarat. (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Sebagai tambahan, Amerika Serikat dilaporkan telah mengajukan proposal perdamaian berisi 15 poin kepada Iran untuk mengakhiri konflik. Proposal tersebut mencakup pembatasan program nuklir Iran serta pembukaan kembali akses Selat Hormuz.

Laporan The New York Times menyebutkan proposal itu disampaikan melalui Pakistan sebagai mediator. Media Israel Channel 12 juga melaporkan adanya rencana gencatan senjata selama satu bulan untuk membuka ruang negosiasi lanjutan.

Salah satu poin utama dalam rencana tersebut adalah penghentian pengayaan uranium di wilayah Iran. Iran juga diminta menyerahkan seluruh material uranium yang telah diperkaya karena dinilai berpotensi dikembangkan menjadi senjata nuklir.

Selain itu, Iran diminta membuka akses tanpa hambatan di Selat Hormuz. Selat tersebut merupakan jalur strategis menuju Teluk yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Blokade parsial yang sebelumnya dilakukan Iran dilaporkan telah memicu lonjakan harga energi global.

Sebagai imbalannya, Iran disebut akan memperoleh pencabutan sanksi serta dukungan pengembangan energi nuklir sipil, termasuk di fasilitas Bushehr. Bushehr sendiri menjadi salah satu lokasi penting yang sebelumnya dituduhkan Iran menjadi target serangan Israel.

Tonton: Thailand Turunkan Pajak Minyak? Dampak pada Harga BBM & Petani

Iran Tolak Proposal AS, Klaim Negosiasi Dibantah

Sementara itu, sumber diplomatik menyebut Iran menilai proposal perdamaian dari AS sebagai “terlalu maksimalis dan tidak masuk akal”. Teheran juga menegaskan tidak ada negosiasi langsung dengan Washington, meski komunikasi tetap berlangsung melalui sejumlah mediator.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa pertukaran pesan melalui mediator tidak dapat diartikan sebagai negosiasi. Ia juga menyebut Iran tidak menginginkan perang dan mengupayakan berakhirnya konflik secara permanen, namun tetap menuntut kompensasi atas kerusakan akibat serangan.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump terus menyatakan bahwa proses diplomasi masih berjalan.

Sumber: https://money.kompas.com/read/2026/03/26/143439826/iran-izinkan-kapal-kapal-melintas-di-selat-hormuz-tapi-dengan-syarat?page=all#page1


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×