kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Akun Twitter Newsweek diretas, Obama diancam


Rabu, 11 Februari 2015 / 11:37 WIB
ILUSTRASI. Vitamin A mendukung pertumbuhan sel, fungsi kekebalan tubuh, perkembangan janin, dan penglihatan.


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

NEW YORK. Akun Twitter majalah Newsweek diretas pada Selasa (10/2) kemarin. Pada salah satu postingannya, peretas yang menamakan diri mereka CyberCaliphate dan Je Suis IS, memposting ancaman yang ditujukan kepada Presiden AS Barack Obama dan keluarganya.

Kelompok yang juga bertanggungjawab meretas akun media sosial Pentagon pada bulan lalu itu menulis: #CyberCaliphate Bloody Valentine's Day #MichelleObama! We're watching you, your girls and your husband!

Artinya, "Selamat Hari Valentine Berdarah Michelle Obama! Kami mengawasi Anda, putri-putrimu, dan suamimu!

Sang peretas juga mem-posting pesan yang ditujukan untuk Amerika Serikat sebagai pembalasan atas tindakan mereka kepada dunia muslim.

"Di saat AS dan kroninya membunuh saudara-saudara kali di Suriah, Irak, dan Afganistan, kami akan merusak sistem keamanan cyber nasional kalian dari dalam," kata CyberCaliphate.

Pesan tersebut juga meliputi sejumlah nama di bawah kata "brave mujahideen".

Newsweek berhasil menghapus tweet ancaman tersebut pada Selasa siang. Tidak jelas, seberapa lama akun tersebut dibajak.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×