kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Alami Krisis Air Akut, Iran Mempertimbangkan Pemindahan Ibu Kota


Sabtu, 26 Juli 2025 / 08:10 WIB
Alami Krisis Air Akut, Iran Mempertimbangkan Pemindahan Ibu Kota
ILUSTRASI. Presiden Iran Masoud Pezeshkian dilaporkan membuka kemungkinan untuk memindahkan ibu kota Teheran karena krisis air parah yang telah melanda negara itu. WANA (West Asia News Agency)/Majid Asgaripour via REUTERS


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Setidaknya 20 dari 31 provinsi di Iran kini mengalami krisis air.

Melansir Der Spiegel yang mengutip media Iran, Presiden Iran Masoud Pezeshkian dilaporkan membuka kemungkinan untuk memindahkan ibu kota Teheran karena krisis air parah yang telah melanda negara itu.

"Situasinya serius, dan Teheran benar-benar tidak memiliki air tersisa," kata Pezeshkian.

Iran dilanda krisis iklim

Mengutip The Jerusalem Post, Iran menetapkan hari libur umum di Provinsi Teheran pekan lalu karena kekurangan air yang parah dan krisis energi yang melanda negara itu.

Sekolah dan kantor pemerintahan diperkirakan akan ditutup setidaknya hingga hari Sabtu sebagai cara untuk mengurangi penggunaan energi dan air di negara itu.

Setidaknya 20 dari 31 provinsi di Iran kini mengalami krisis air, dan salah satu waduk terbesar di negara itu diperkirakan akan mengering sepenuhnya dalam beberapa minggu, menurut situs media pemerintah Iran, IRNA.

Baca Juga: Iran dan Negara Eropa Akan Gelar Pembicaraan Nuklir di Istanbul pada Jumat

Krisis air ini terjadi setelah kenaikan suhu 2 derajat Celcius sejak tahun 1960-an, menurut UNICEF, dan penurunan curah hujan sebesar 20% selama 20 tahun terakhir.

Kegagalan Teheran

Kegagalan Teheran dalam mengatasi krisis iklim telah menimbulkan reaksi keras dari para kritikus rezim dan pejabat Israel.

Menteri Energi Israel Eli Cohen, dalam sebuah unggahan media sosial berbahasa Persia, menyatakan bahwa "penderitaan" Iran merupakan akibat langsung dari rezim Islam.

“Alih-alih memenuhi kebutuhan rakyat Iran, mereka justru menghabiskan sumber daya untuk cabang-cabang teroris di Lebanon, Suriah, Yaman, dan Gaza,” tulis Cohen. “Israel telah berhasil mengatasi kekurangan air, dan berkat pengetahuan dan inovasi kami, kami kini memiliki sumber daya air yang melimpah yang bahkan kami ekspor ke negara-negara tetangga kami.”

Tonton: AS dan Israel Kecele, Proyek Nuklir Iran Dipastikan Lanjut Pasca Serangan

“Kepada bangsa Iran: Di hari rezim yang menindas ini digulingkan, hidup kalian akan jauh lebih baik, dan kalian juga akan dapat memperoleh manfaat dari teknologi air Israel,” pungkasnya.


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×