kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Alcoa memperkirakan permintaan aluminium naik 7%


Jumat, 10 Januari 2014 / 13:58 WIB
Alcoa memperkirakan permintaan aluminium naik 7%
ILUSTRASI. Promo Traveloka Tiket Kereta Api Luxury, Dapatkan Diskon Hingga Rp100.000


Sumber: Reuters | Editor: Sanny Cicilia

NEW YORK. Rapor Alcoa Inc di kuartal akhir tahun lalu memerah. Namun, produsen aluminium terbesar di Amerika Serikat (AS) ini yakin bisa memperbaiki kinerja.

Tahun ini, mereka memperkirakan, permintaan aluminium global akan naik 7%, konsisten dengan pertumbuhan di tahun 2013 ditopang permintaan dari China. Industri penerbangan diramal tumbuh 7%-8% di tahun 2014, otomotif naik 1%-4%, sedangkan konstruksi dan pembangunan naik 4%-6%.

Di kuartal perdana tahun ini, Alcoa akan menggenjot dua lini bisnisnya yang masih menguntungkan, yaitu produk rekayasa (engineered) dan aluminimum gulungan (rolled).

William Oplinger, Chief Financial Officer Alcoa memperkirakan, pendapatan operasional setelah pajak dari bisnis produk rekayasa tumbuh 8%-10% dibanding pencapaian sebesar US$ 168 juta di kuartal IV tahun lalu.

Sedangkan aluminium gulungan berbentuk plat dan kertas aluminium akan tumbuh dua kali lipat di periode Januari - Maret ini. Pada kuartal terakhir tahun lalu, bisnis ini merosot terimbas penurunan permintaan pengemasan dan industri penerbangan.

Dalam beberapa kuartal terakhir, dua bisnis ini telah menunjukkan potensi keuntungan ketimbang menjual logam secara langsung ke pasar. Keduanya menyumbang 57% total pendapatan Alcoa tahun lalu.

Pada kuartal IV tahun lalu, Alcoa mencatat rugi US$ 2,3 miliar, dipicu penurunan pendapatan, penghapusan investasi (writedown) pabrik smelter Alumax di tahun 1998 dan Reynolds Metals di tahun 2000, serta pembayaran sanksi dugaan korupsi dalam penjualan komoditas di Bahrain, Timur Tengah.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×