kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Alcoa merugi US$ 2,3 miliar di kuartal IV-2013


Jumat, 10 Januari 2014 / 13:39 WIB
ILUSTRASI. Promo Traveloka s.d 23 Ags 2022, Diskon Tiket Pesawat Domestik Hingga Rp125.000


Sumber: Reuters | Editor: Sanny Cicilia

NEW YORK. Tahun lalu mungkin bukan masa yang sumringah untuk Alcoa Inc. Produsen aluminium asal Amerika Serikat (AS) ini pada Kamis waktu setempat melaporkan rugi besar-besaran terseret pelemahan harga aluminium berlarut-larut.

Alcoa melaporkan rugi bersih US$ 2,3 miliar, atau US$ 2,19 per saham di kuartal empat tahun lalu. Sedangkan pendapatan sebesar US$ 5,59 miliar.

Padahal, di periode Oktober-Desember 2012, perusahaan yang berbasis di New York ini masih bisa membukukan keuntungan US$ 242 juta, atau US$ 21 sen, dari pendapatan sebesar US$ 5,9 miliar.

Penurunan harga aluminium menyebabkan Alcoa yang baru melakukan akuisisi pabrik pengolahan smelter, mengalami gangguan kas tunai sebesar US$ 1,7 miliar. Selain itu, Alcoa dan salah satu anak usaha patungannya harus membayar sankis US$ 384 juta terkait kasus dugaan korupsi untuk memperlancar penjualan aluminium di Bahrain, Timur Tengah. Harga Alcoa di bursa saham AS turun 4% pada Kamis lalu.

Menurut Jonathan Pavlik, manajer portofolio di Stewart Capital di Pittsburgh, harga aluminium bertahan di level terendah karena cadangan logam global sedang surplus.

Alcoa menjadi emiten yang pertama kali melaporkan kinerjanya ke bursa AS. Laporan keuangan Alcoa selalu disebut sebagai bel cuaca ekonomi lantaran aluminium digunakan berbagai sektor manufaktur, mulai dari industri penerbangan, otomotif, hingga konstruksi. Sehingga, kinerja Alcoa memberi gambaran kondisi ekonomi yang lebih luas.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×