Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Ancaman bom memaksa sejumlah pesawat melakukan pendaratan di luar jadwal di berbagai negara Eropa pada Kamis (5/11/2026).
Insiden tersebut menambah rangkaian ancaman keamanan yang menyasar penerbangan di kawasan tersebut.
Maskapai Irlandia Aer Lingus menyatakan, penerbangan EI402 dari Dublin menuju Roma berhasil mendarat dengan selamat di Bandara Evreux, sekitar 100 kilometer sebelah barat Paris, Prancis. Pesawat tersebut dialihkan sebagai langkah pencegahan keamanan.
Baca Juga: Unilever Lepas Bisnis Patungan di Myanmar, Transaksi Rampung pada 2027
Media Belgia melaporkan, sebuah pesawat yang terpaksa mendarat di Bandara Zaventem, Brussels, merupakan milik maskapai Polandia, LOT.
Sementara itu, pesawat Finnair dari Helsinki berhasil dikawal oleh angkatan udara Italia hingga mendarat di Roma sesuai jadwal. Informasi tersebut disampaikan oleh seorang sumber yang mengetahui persoalan itu.
Di Bulgaria, pejabat setempat melaporkan tiga pesawat melakukan pendaratan darurat menyusul ancaman bom.
Menteri Dalam Negeri Bulgaria, seperti dikutip stasiun televisi bTV, mengatakan pesawat dari Kopenhagen dan Madrid mendarat di Sofia.
Sementara itu, pesawat ketiga yang berasal dari London mendarat di Plovdiv, menurut laporan media lokal.
Ancaman serupa juga terjadi pada Selasa (3/11). Sedikitnya tujuh penerbangan dan sebuah kapal pesiar menerima ancaman bom yang menyebabkan gangguan operasional di sejumlah bandara Eropa. Namun, tidak ditemukan perangkat peledak dalam rangkaian insiden tersebut.
Hingga kini, belum ada negara yang secara resmi menetapkan pihak yang bertanggung jawab atas ancaman tersebut.
Baca Juga: Harga Emas Dunia Tembus US$ 4.146 per Ons Troi, Tertinggi dalam Dua Pekan
Insiden ini terjadi di tengah tudingan sejumlah pejabat Eropa terhadap Rusia dan Iran terkait serangan hibrida serta aksi sabotase. Moskow dan Teheran membantah terlibat dalam kampanye semacam itu.
Pada pekan ini, peretas yang belum teridentifikasi juga dilaporkan melumpuhkan sistem pendingin lemari es di sejumlah supermarket di beberapa negara Eropa.
Sejumlah pakar menilai, ancaman bom palsu berpotensi menjadi bagian dari pola gangguan serupa, yakni aksi berbiaya rendah yang dapat dilakukan tanpa mudah diketahui pelakunya.













![[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_23102611123400.jpeg)
