kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Andaikan pecah perang antara AS dengan Rusia-China, dunia akan hancur


Rabu, 15 September 2021 / 04:20 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dunia bisa hancur jika Amerika terlibat perang dengan Rusia ataupun China. Peringatan tersebut dikeluarkan oleh seorang jenderal AS.

Wakil Ketua Gabungan Kepala Staf Jenderal John E Hyten mengatakannya dalam diskusi yang diselenggarakan The Brookings Institution. 
"Kami tidak pernah berperang dengan Uni Soviet. Sebagai negara besar, tujuan kami tidak pernah terlibat konflik dengan Rusia atau China," kata dia. 

Hyten menerangkan, jika sampai pecah perang di antara tiga negara nuklir itu, maka dunia dan ekonominya akan hancur. 

"Karena itu, kami harus memastikan tidak akan pernah sampai mengambil keputusan tersebut," ucap Jenderal Hyten dikutip RT Selasa (14/9/2021). 

Perwira tinggi dari Angkatan Udara AS itu berkata, Rusia bukanlah ancaman jika merujuk kesepakatan Moskwa dengan NATO selepas kejatuhan Soviet. 

Baca Juga: Taiwan beri peringatan 19 pesawat tempur China, ini yang terjadi

Tetapi, Hyten menyoroti dugaan "Negeri Beruang Merah" tengah memodernisasi seluruh persenjataan nuklirnya. Perwira bintang empat berusia 61 tahun tersebut berasumsi, Rusia nampaknya khawatir dengan "Negeri Uncle Sam". 

Hyten berujar meski jalan stabilitas masih panjang, baik AS dan Rusia sudah membuat progres bagus dalam peningkatan relasi bilateral. 

Dia menjelaskan di saat bersamaan, Washington mulai mengarahkan perhatian ke China, yang dia sebut terus membuat silo rudal nuklir. Kekhawatiran AS makin bertambah karena "Negeri Panda" tidak terikat dengan perjanjian untuk membatasi senjata nuklir. 

Baca Juga: Israel klaim Iran telah meluncurkan pesawat tak berawak untuk menyerang kapal tanker

Dia mencontohkan baik AS dan Rusia sepakat untuk membatasi nuklir yang bisa mereka tempatkan di angka 1.550. 

"China, sementara itu, tidak ada batasan. Anda harus bertanya ke diri sendiri, kenapa mereka membangun sedemikian masif," ujar Hyten.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jika AS Perang dengan Rusia dan China, Dunia Bakal Hancur"
Penulis : Ardi Priyatno Utomo
Editor : Ardi Priyatno Utomo

Selanjutnya: AS disebut bakal beri keringanan sanksi untuk Korea Utara demi denuklirisasi




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×