kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   13.000   0,51%
  • USD/IDR 18.189   15,00   0,08%
  • IDX 4.920   15,48   0,32%
  • KOMPAS100 632   2,75   0,44%
  • LQ45 501   3,97   0,80%
  • ISSI 163   -0,60   -0,36%
  • IDX30 283   2,68   0,96%
  • IDXHIDIV20 382   4,30   1,14%
  • IDX80 73   0,29   0,40%
  • IDXV30 106   0,87   0,82%
  • IDXQ30 95   1,13   1,20%

AS disebut bakal beri keringanan sanksi untuk Korea Utara demi denuklirisasi


Jumat, 06 Agustus 2021 / 14:26 WIB
ILUSTRASI. Bendera nasional Korea Utara, Vietnam, dan AS di depan hotel Metropole di Hanoi, Vietnam, 25 Februari 2019.


Sumber: Yonhap,Yonhap | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Pemerintahan Amerika Serikat dikabarkan sedang mempertimbangkan keringanan sanksi terhadap Korea Utara. Ini demi memuluskan langkah menuju pembicaraan terkait denuklirisasi.

Hanya, lembaga think tank yang ada di bawah Kongres AS, Congressional Research Service (CRS), pada Jumat (6/8) menyebutkan, rencana tersebut akan sulit tercapai jika gagal mendapat persetujuan Kongres.

Meringankan sanksi terhadap Korea Utara bukan perkara mudah. Sanksi yang diberikan bukan hanya sebatas persoalan senjata nuklir, tapi juga hal lain, seperti pelanggaran hak asasi manusia, pencucian uang, terorisme internasional, dan operasi siber.

"Pendekatan (Presiden AS Joe) Biden tampaknya menawarkan keringanan sanksi parsial, dengan imbalan langkah-langkah parsial menuju denuklirisasi," kata CRS dalam laporannya, seperti dikutip Yonhap.

Baca Juga: Korea Utara: Ini semacam provokasi terhadap kami, Inggris dorong kapal perang ke Asia

Menurut laporan CRS, jika pembicaraan kedua negara dilanjutkan, Kongres AS akan kembali memperdebatkan manfaat dari keringanan sanksi dan proses denuklirisasi yang kemungkinan kembali berakhir tanpa hasil.

Nantinya, Pemerintah AS dikabarkan akan mencari cara agar bisa lebih efektif melindungi bantuan kemanusiaan terhadap Korea Utara dari dampak sanksi.

Pembicaraan terkait denuklirisasi telah terhenti sejak pertemuan puncak antara Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden AS Donald Trump pada awal 2019 gagal melahirkan kesepakatan.

Baca Juga: Adik perempuan Kim Jong Un peringatkan Seoul agar tak latihan militer dengan AS




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×