kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.042   34,00   0,19%
  • IDX 6.320   85,12   1,37%
  • KOMPAS100 832   13,60   1,66%
  • LQ45 635   11,28   1,81%
  • ISSI 218   2,09   0,97%
  • IDX30 357   7,08   2,02%
  • IDXHIDIV20 439   8,12   1,89%
  • IDX80 95   1,54   1,64%
  • IDXV30 120   1,66   1,39%
  • IDXQ30 114   1,99   1,77%

Aplikasi Uber dilarang di Jerman


Rabu, 03 September 2014 / 06:55 WIB
ILUSTRASI. Pekerja menyelesaikan proses pembuatan benang polyester di pabrik PT Asia Pacific Fibers Tbk (POLY) di Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah, Kamis (15/7). KONTAN/Daniel Prabowo/15/07/2010


Sumber: BBC | Editor: Dessy Rosalina

FRANKFRUT. Pemerintah Jerman resmi melarang operasional Uber. Kebijakan itu mengacu kepada keputusan Pengadilan Frankfrut yang melarang aplikasi berbagi kendaraan tersebut. Itu merupakan respons atas gugatan serikat perusahaan taksi di Frankfurt, Taxi Deutschland. 

Pemerintah melarang karena Uber tidak memiliki izin operasional resmi yang diakui hukum Jerman. Pengadilan Frankfrut menyatakan telah menginformasikan putusan ini kepada manajemen Uber pada akhir pekan lalu. Jika Uber tetap beroperasi, pengadilan akan memberikan denda. 

Namun, Jurubicara Uber di Jerman menyatakan akan tetap beroperasi lantaran Jerman adalah salah satu pasar dengan pertumbuhan cepat di Eropa. "Kami akan mengajukan keberatan atas putusan hukum itu," katanya, seperti dikutip BBC, Selasa (2/9).

Uber merupakan aplikasi pemesanan mobil yang memungkinkan pengguna menjadi sopir sekaligus konsumen. Google dan Goldman Sachs merupakan investor Uber.
 




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×