kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 18.149   56,00   0,31%
  • IDX 4.945   -85,52   -1,70%
  • KOMPAS100 636   -11,50   -1,77%
  • LQ45 507   -7,00   -1,36%
  • ISSI 162   -3,61   -2,17%
  • IDX30 286   -3,58   -1,24%
  • IDXHIDIV20 385   -3,69   -0,95%
  • IDX80 74   -1,25   -1,66%
  • IDXV30 107   -1,38   -1,27%
  • IDXQ30 96   -1,08   -1,11%

Apple Kembali Jajaki Pasar Obligasi, Bidik Dana Setara Rp126 Triliun


Jumat, 06 November 2026 / 09:00 WIB
Apple Kembali Jajaki Pasar Obligasi, Bidik Dana Setara Rp126 Triliun
ILUSTRASI. Penjualan iPhone Duo di Apple Store (REUTERS/Carlos Barria)


Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - Apple dikabarkan berencana menghimpun dana sekitar US$7 miliar atau setara Rp126,77 triliun melalui penerbitan obligasi berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS).

Rencana ini muncul ketika Apple semakin aktif mencari pendanaan untuk mendukung kebutuhan bisnis, termasuk pengembangan kecerdasan buatan (AI).

Laporan Bloomberg News pada Kamis (5/11) menyebut Apple tengah menjajaki penerbitan obligasi tersebut dengan mengutip sejumlah sumber yang mengetahui rencana itu.

Meski demikian, nilai akhir penerbitan obligasi belum diputuskan dan masih dapat berubah mengikuti permintaan investor.

Baca Juga: Harga iPhone Bisa Terus Naik hingga 2030, Pasokan Memori Jadi Masalah

Apple Siapkan Penerbitan Obligasi dalam Tujuh Seri

Berdasarkan dokumen pengajuan yang dikutip dalam laporan tersebut, Apple merencanakan penerbitan obligasi dalam tujuh seri.

Rinciannya terdiri dari dua surat utang dengan suku bunga mengambang yang jatuh tempo pada 2028 dan 2029.

Sementara itu, lima seri lainnya menggunakan suku bunga tetap dengan jatuh tempo antara 2028 hingga 2036.

Mengutip Channel News Asia, Goldman Sachs, Bank of America Securities, Deutsche Bank Securities, dan JPMorgan ditunjuk sebagai pengelola utama penerbitan obligasi tersebut.

Bloomberg News juga melaporkan bahwa panduan harga awal untuk seri obligasi dengan jatuh tempo paling panjang berada pada 80 basis poin di atas imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasury.

Baca Juga: Pre-Order iPhone Duo Meledak, Apple Naikkan Produksi hingga 44%

Dana Obligasi untuk Buyback Saham dan Pelunasan Utang

Berdasarkan dokumen pengajuan, penggunaan dana tersebut mencakup kebutuhan bisnis umum, termasuk pembelian kembali saham (share buyback) dan pembayaran utang yang masih berjalan.

Melalui share buyback, perusahaan dapat membeli kembali sahamnya sendiri yang beredar di pasar. 

Kebijakan ini biasanya menjadi salah satu cara perusahaan mengembalikan nilai kepada pemegang saham.

Sementara itu, pelunasan utang dapat membantu Apple mengelola kewajiban keuangannya.

Baca Juga: Strategi John Ternus di Apple: Produk Baru Lebih Banyak, Rilis Lebih Sering

Apple Terakhir Terbitkan Obligasi pada Mei 2025

Apple terakhir kali menghimpun dana melalui penerbitan obligasi pada Mei 2025.

Saat itu, perusahaan menjual surat utang senilai US$4,5 miliar melalui empat seri. Penerbitan tersebut mendapatkan pesanan investor senilai US$10 miliar.

Nilai pesanan itu lebih dari dua kali lipat jumlah obligasi yang ditawarkan.

Jika rencana terbaru terealisasi sesuai nilai yang dikabarkan, penerbitan obligasi US$7 miliar akan menjadi langkah pendanaan yang lebih besar dibandingkan transaksi Apple pada Mei 2025.

Apple belum mengonfirmasi nilai akhir maupun jadwal resmi penerbitan obligasi tersebut.

Baca Juga: Gaji John Ternus Jadi CEO Apple Capai Rp1 Triliun, Ini Rinciannya




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×