kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

April, laju ekspor dan impor China melambat


Kamis, 10 Mei 2012 / 12:40 WIB
April, laju ekspor dan impor China melambat
ILUSTRASI. Kantor FDA Amerika Serikat


Reporter: Dupla Kartini, Bloomberg | Editor: Dupla Kartini

BEIJING. Laju ekspor dan impor China di bulan April lebih lambat dari yang diperkirakan. Data tersebut dinilai akan menambah tekanan pada pemerintah untuk menerapkan kebijakan pelonggaran ekonomi guna memacu ekspansi.

Dalam situs resmi Biro Kepabeanan China hari ini, disebutkan ekspor per April naik 4,9% dibanding tahun sebelumnya. Namun, angka tersebut meleset dari perkiraan ekonom yang menduga naik hingga 8,5%. Sementara, impor tumbuh 0,3%, jauh di bawah ekspektasi analis yang mencapai 10,9%.

Adapun, surplus perdagangan sebesar US$ 18,4 miliar, hampir dua kali lipat dari perkiraan yang senilai US$ 9,9 miliar.

Laju ekspor dan impor di bulan April ini pun melmabat jika dibandingkan pencapaian pada Maret lalu. Impor China per Maret naik sebesar 5,3%, dan ekspor naik 8,9%. Sementara, surplus perdagangan sebesar US$ 5,35 miliar.

Ekspor di bulan lalu tertekan lantaran kebijakan penghematan di Eropa, dan berakhirnya periode penguatan yuan terhadap dollar AS pada tahun ini. Pemerintah China menilai mata uang sudah mendekati keseimbangan.

Para pemimpin China telah berjanji untuk mengurangi ketergantungan ekonomi pada hasil ekspor, dan mengurangi kontrol atas arus modal.

"Pelemahan ekonomi di Eropa akan terus membebani pertumbuhan ekspor China dalam beberapa bulan mendatang. Sementara, impor akan ditopang pertumbuhan pendapatan domestik dan termasuk tarif rendah untuk pengiriman," kata Zhang Zhiwei, kepala ekonom untuk Cina dari Nomura Holdings Inc.

Lanjut Zhang, China mungkin harus melanjutkan kebijakan pelonggaran moneter, karena prospek ekspor masih lemah. Apalagi, seiring adanya kebijakan pemangkasan cadangan bank atau giro wajib minimum pada bulan ini.


Berita Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×