kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Arab Saudi Cabut Peringatan Bahaya di Wilayah Kaya Minyak, Rudal Houthi Dicegat


Minggu, 08 November 2026 / 11:10 WIB
Arab Saudi Cabut Peringatan Bahaya di Wilayah Kaya Minyak, Rudal Houthi Dicegat
ILUSTRASI. Arab Saudi mencabut peringatan bahaya di wilayah kaya minyak setelah koalisi pimpinan Riyadh mencegat rudal balistik Houthi. (KONTAN/Fenie Chintya)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Arab Saudi mencabut peringatan bahaya di sejumlah wilayah di Provinsi Timur (Eastern Province), kawasan yang menjadi pusat cadangan minyak dan gas negara tersebut, pada Minggu (8/11/2026).

Departemen Pertahanan Sipil Arab Saudi menyatakan, status aman telah diberlakukan di sejumlah wilayah, termasuk Dhahran, yang menjadi lokasi kantor pusat perusahaan minyak raksasa Saudi Aramco.

Pencabutan peringatan tersebut dilakukan tidak lama setelah otoritas sebelumnya mengeluarkan peringatan mengenai potensi bahaya di kawasan tersebut. Selain Dhahran, status aman juga berlaku untuk Dammam, Abqaiq, dan Kegubernuran Al-Ahsa.

Provinsi Timur merupakan kawasan strategis bagi perekonomian Arab Saudi karena menyimpan sebagian besar cadangan minyak dan gas negara tersebut. Wilayah ini juga menjadi lokasi kantor pusat Saudi Aramco, yang mengalami kerusakan parah akibat serangan pada Oktober 2026.

Baca Juga: Berkshire Hathaway Percepat Buyback Saham, Greg Abel Mulai Gunakan Kas Jumbo

Tidak lama setelah pengumuman pencabutan peringatan bahaya, koalisi pimpinan Arab Saudi yang terlibat dalam konflik di Yaman menyatakan telah mencegat sebuah rudal balistik yang diluncurkan kelompok Houthi menuju wilayah timur Arab Saudi.

Kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran sebelumnya telah melancarkan serangan menggunakan rudal balistik dan pesawat nirawak (drone) ke sejumlah bandara, pelabuhan, serta fasilitas minyak milik Arab Saudi.

Serangkaian serangan tersebut menjadikan Arab Saudi, yang merupakan sekutu Amerika Serikat (AS), sebagai salah satu titik tekanan dalam konflik yang bermula setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Februari 2026.


Video Terkait



TERBARU

[X]
×