Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Arab Saudi mencabut peringatan bahaya di sejumlah wilayah di Provinsi Timur (Eastern Province), kawasan yang menjadi pusat cadangan minyak dan gas negara tersebut, pada Minggu (8/11/2026).
Departemen Pertahanan Sipil Arab Saudi menyatakan, status aman telah diberlakukan di sejumlah wilayah, termasuk Dhahran, yang menjadi lokasi kantor pusat perusahaan minyak raksasa Saudi Aramco.
Pencabutan peringatan tersebut dilakukan tidak lama setelah otoritas sebelumnya mengeluarkan peringatan mengenai potensi bahaya di kawasan tersebut. Selain Dhahran, status aman juga berlaku untuk Dammam, Abqaiq, dan Kegubernuran Al-Ahsa.
Provinsi Timur merupakan kawasan strategis bagi perekonomian Arab Saudi karena menyimpan sebagian besar cadangan minyak dan gas negara tersebut. Wilayah ini juga menjadi lokasi kantor pusat Saudi Aramco, yang mengalami kerusakan parah akibat serangan pada Oktober 2026.
Baca Juga: Berkshire Hathaway Percepat Buyback Saham, Greg Abel Mulai Gunakan Kas Jumbo
Tidak lama setelah pengumuman pencabutan peringatan bahaya, koalisi pimpinan Arab Saudi yang terlibat dalam konflik di Yaman menyatakan telah mencegat sebuah rudal balistik yang diluncurkan kelompok Houthi menuju wilayah timur Arab Saudi.
Kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran sebelumnya telah melancarkan serangan menggunakan rudal balistik dan pesawat nirawak (drone) ke sejumlah bandara, pelabuhan, serta fasilitas minyak milik Arab Saudi.
Serangkaian serangan tersebut menjadikan Arab Saudi, yang merupakan sekutu Amerika Serikat (AS), sebagai salah satu titik tekanan dalam konflik yang bermula setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Februari 2026.













![[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_23102611123400.jpeg)
