kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45749,52   23,69   3.26%
  • EMAS920.000 0,66%
  • RD.SAHAM 0.55%
  • RD.CAMPURAN 0.20%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

AS-China teken perjanjian dagang fase pertama, ada beberapa titik lemah belum tuntas


Kamis, 16 Januari 2020 / 08:42 WIB
AS-China teken perjanjian dagang fase pertama, ada beberapa titik lemah belum tuntas
AS-China teken perjanjian dagang fase pertama di Gedung Putih Washington (15/1/2020).

Sumber: Reuters | Editor: Komarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Amerika Serikat (AS) dan China akhirnya menandatangani kesepakatan perdagangan awal atau fase pertama pada Rabu (15/1). Tapi, kesepakatan itu masih meninggalkan sejumlah titik lemah yang belum terselesaikan.

Kesepakatan perdagangan faset pertama AS-China akan memutar kembali beberapa tarif impor dan mendorong pembelian produk-produk AS oleh Tiongkok. Kesepakatan ini sekaligus meredakan perang dagang yang sudah berlangsung 18 bulan antara dua raksasa ekonomi dunia tersebut.

Baca Juga: Harga emas naik, karena AS tetap pertahankan tarif China pasca kesepakatan dagang

Beijing dan Washington menggembar-gemborkan perjanjian fase pertama ini sebagai langkah maju setelah berbulan-bulan melakukan pembicaraan, dan investor menyambut berita itu dengan lega.

Meski begitu, ada skeptisisme bahwa hubungan perdagangan AS-China sekarang sudah membaik.

Reuters melaporkan, kesepakatan itu gagal untuk mengatasi masalah ekonomi struktural yang menjadi sumber konflik perdagangan, tidak sepenuhnya menghilangkan tarif impor yang telah memperlambat ekonomi global, dan menetapkan target pembelian yang sulit dicapai.

Meski mengakui perlunya negosiasi lebih lanjut dengan China untuk menyelesaikan sejumlah masalah lain, Presiden AS Donald Trump memuji perjanjian itu sebagai kemenangan bagi ekonomi AS dan kebijakan perdagangan pemerintahannya.

Baca Juga: Penyelesaian sengketa dalam kesepakatan dagang AS-China bertujuan cegah pembalasan

"Bersama-sama, kami memperbaiki kesalahan masa lalu dan memberikan masa depan keadilan ekonomi dan keamanan bagi pekerja, petani, dan keluarga Amerika," kata Trump dalam sambutan yang bertele-tele di Gedung Putih bersama dengan pejabat AS dan China seperti dikutip Reuters.



TERBARU

[X]
×