kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

AS dan Rusia tidak punya, ini kemampuan rudal hipersonik China


Selasa, 23 November 2021 / 14:54 WIB
AS dan Rusia tidak punya, ini kemampuan rudal hipersonik China
ILUSTRASI. Rudal hipersonik DF-17 milik China. AS dan Rusia tidak punya, ini kemampuan rudal hipersonik China.


Sumber: Channel News Asia | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. China melakukan uji coba senjata hipersonik yang bisa mengelilingi dunia pada Juli, termasuk peluncuran rudal terpisah yang belum pernah terjadi sebelumnya dari kendaraan berkecepatan sangat tinggi, menurut Financial Times dan Wall Street Journal.

Uji coba itu menunjukkan pengembangan senjata strategis berkemampuan nuklir China lebih maju dari perkiraan mengejutkan para pejabat Pentagon, menurut kedua surat kabar itu, seperti dilansir Channel News Asia.

Baik Amerika Serikat maupun Rusia tidak menunjukkan kemampuan yang sama, yang sanggup melakukan peluncuran rudal dari kendaraan induk yang melaju lima kali kecepatan suara.

Financial Times, yang pertama kali melaporkan tes tersebut pada akhir pekan lalu, menyebutkan, para ahli militer AS sedang mencoba memahami, bagaimana China menguasai teknologi tersebut, yang menempatkan Beijing di depan para pesaingnya dalam perlombaan senjata hipersonik.

Baca Juga: AS: Lebih cepat dari perkiraan, China bisa punya 1.000 hulu ledak nuklir pada 2030

Wall Street Journal mengonfirmasi laporan itu pada Senin (22/11). Tes senjata hipersonik China pada 27 Juli lalu telah mengejutkan para pejabat negara Barat.

Dalam uji coba itu, China menggunakan sebuah kendaraan peluncuran dan rudal hipersonik jarak jauh berpemandu yang membawa hulu ledak, kemudian melepaskannya ke target uji di dalam negeri.

Tetapi, yang lebih mengejutkan adalah rudal hipersonik, saat terbang dari Selatan menuju China, melepaskan rudal terpisah yang meluncur jauh, kemudian jatuh tanpa menimbulkan bahaya ke Laut China Selatan.

Tes itu mengejutkan karena pelepasan rudal terjadi saat kendaraan melaju dengan kecepatan hipersonik, di atas 6.175 km/jam.

Baca Juga: India dan China bisa jadi pembeli pertama rudal S-500 Rusia, tengok kemampuannya


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×