kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.015,18   6,97   0.69%
  • EMAS984.000 -0,10%
  • RD.SAHAM -1.86%
  • RD.CAMPURAN -0.70%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

AS Terjunkan Tenaga Kesehatan Militer untuk Membantu Penanganan Covid-19


Jumat, 14 Januari 2022 / 13:01 WIB
AS Terjunkan Tenaga Kesehatan Militer untuk Membantu Penanganan Covid-19
ILUSTRASI. Presiden AS Joe Biden mengumumkan pengiriman 1.000 personel kesehatan militer secara bertahap ke enam negara bagian AS mulai pekan depan untuk membantu penanganan Covid-19.


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden AS Joe Biden memerintahkan tenaga kesehatan militer untuk membantu sejumlah rumahsakit di enam negara bagian yang kesulitan menangani lonjakan kasus Covid-19.

Dalam pengarahannya pada Kamis (13/1), Biden mengumumkan pengiriman 1.000 personel kesehatan militer secara bertahap. Pengiriman akan dimulai minggu depan ke rumahsakit yang menerima banyak pasien rawat inap.

"Saya tahu, kita semua frustrasi ketika memasuki tahun baru ini. Covid-19 akan tetap menjadi pandemi untuk orang yang enggan divaksinasi. Pengerahan militer akan membantu rumahsakit yang mengalami kesulitan di seluruh negeri," kata Biden, seperti dikutip Reuters.

Pada pengiriman tahap pertama, tim dokter militer, perawat, dan personel kesehatan lainnya akan dikerahkan ke Michigan, New Jersey, New Mexico, New York, Ohio, dan Rhode Island.

Baca Juga: 5 Negara dengan Kasus Baru Covid-19 Tertinggi, Data Terkini WHO

Mayoritas pasien rawat inap tidak divaksinasi

Data LSM kesehatan Henry Ford menunjukkan, lebih dari 65% pasien Covid-19 tidak divaksinasi. Sementara lebih dari 90% di antaranya juga belum mendapat suntikan booster.

Menurut data AS, saat ini sudah ada sekitar 62% orang AS yang dianggap telah divaksinasi secara penuh.

Untuk meningkatkan angka vaksinasi, Biden telah meminta unit-unit bisnis besar agar mewajibkan karyawannya untuk divaksinasi atau diuji setiap minggu.

Biden juga akan mengarahkan Pemerintah AS agar bisa menyediakan hingga 500 juta tes mandiri untuk orang-orang di rumah, di tengah tingginya permintaan untuk tes di fasilitas kesehatan. Sebelumnya, Gedung Putih berjanji untuk menyediakan 500 juta tes mulai Januari.

Penghitungan Reuters mencatat, dalam seminggu terakhir, ada 133.871 orang AS yang dirawat di rumahsakit karena Covid-19. Hingga saat ini, 847.664 orang meninggal karena Covid-19 di AS, dengan jumlah kasus total mencapai 63.268.225.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Planner Development Program Supply Chain Management on Distribution Planning (SCMDP)

[X]
×