kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.983   136,00   0,76%
  • IDX 5.951   -244,07   -3,94%
  • KOMPAS100 788   -35,94   -4,36%
  • LQ45 594   -24,80   -4,00%
  • ISSI 207   -7,77   -3,62%
  • IDX30 337   -12,43   -3,56%
  • IDXHIDIV20 416   -11,55   -2,70%
  • IDX80 89   -4,26   -4,55%
  • IDXV30 114   -3,70   -3,14%
  • IDXQ30 109   -3,18   -2,83%

AS tunggu lobi Inggris - Uni Eropa


Selasa, 18 Oktober 2016 / 13:48 WIB


Reporter: Dessy Rosalina | Editor: Yudho Winarto

JENEWA. Pekerjaan rumah Inggris masih menumpuk. Terbaru, Amerika Serikat (AS) tidak akan memulai negosiasi ulang hubungan dagang dengan Inggris sebelum ada kejelasan hubungan dagang antara Inggris dan Uni Eropa (UE) pasca Brexit.

"Mustahil memulai pembicaraan dagang serius dengan AS sebelum Inggris menyelesaikan perjanjian dagang UE setelah Brexit," tandas perwakilan dagang AS Michael Froman seperti dilansir Reuters, Senin (17/10).

Froman menjelaskan, kejelasan hubungan antara Inggris dan UE akan menjadi acuan bagi AS untuk bernegosiasi dan menentukan status dagang Inggris. Salah satu pertimbangan AS misalnya, Inggris bisa jadi tetap diperlakukan sebagai satu kesatuan dengan UE seperti sebelum Brexit.

Saat ini, Perdana Menteri inggris Theresa May tengah berupaya bernegosiasi dagang dengan UE. Setidaknya, ada lima metode dagang yang digunakan negara non-Uni Eropa yang bisa diadopsi Inggris.

Yaitu mengikuti perjanjian dagang Norwegia, Swiss, Turki, Kanada, Singapura dan Hong Kong. Perbedaannya terletak dari tarif dagang dan aturan main wajib.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×