kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.843.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.921   -74,00   -0,44%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

AS tunggu lobi Inggris - Uni Eropa


Selasa, 18 Oktober 2016 / 13:48 WIB
AS tunggu lobi Inggris - Uni Eropa


Reporter: Dessy Rosalina | Editor: Yudho Winarto

JENEWA. Pekerjaan rumah Inggris masih menumpuk. Terbaru, Amerika Serikat (AS) tidak akan memulai negosiasi ulang hubungan dagang dengan Inggris sebelum ada kejelasan hubungan dagang antara Inggris dan Uni Eropa (UE) pasca Brexit.

"Mustahil memulai pembicaraan dagang serius dengan AS sebelum Inggris menyelesaikan perjanjian dagang UE setelah Brexit," tandas perwakilan dagang AS Michael Froman seperti dilansir Reuters, Senin (17/10).

Froman menjelaskan, kejelasan hubungan antara Inggris dan UE akan menjadi acuan bagi AS untuk bernegosiasi dan menentukan status dagang Inggris. Salah satu pertimbangan AS misalnya, Inggris bisa jadi tetap diperlakukan sebagai satu kesatuan dengan UE seperti sebelum Brexit.

Saat ini, Perdana Menteri inggris Theresa May tengah berupaya bernegosiasi dagang dengan UE. Setidaknya, ada lima metode dagang yang digunakan negara non-Uni Eropa yang bisa diadopsi Inggris.

Yaitu mengikuti perjanjian dagang Norwegia, Swiss, Turki, Kanada, Singapura dan Hong Kong. Perbedaannya terletak dari tarif dagang dan aturan main wajib.




TERBARU

[X]
×