kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

AS Umumkan Paket Bantuan Senjata Baru Untuk Ukraina Senilai US$ 500 Juta


Jumat, 13 Desember 2024 / 08:52 WIB
ILUSTRASI. Presiden AS Joe Biden (kanan) dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy (kiri) di Halaman Selatan Gedung Putih di Washington, AS, 21 Desember 2022.


Sumber: Reuters | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Pemerintahan Presiden Demokrat Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengumumkan paket bantuan senjata untuk Ukraina senilai US$ 500 juta. Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengumumkan paket ini dalam sebuah pernyataan, Kamis (13/12).

Sebelumnya, juru bicara Gedung Putih John Kirby mengatakan bahwa AS akan terus memberikan paket tambahan untuk Ukraina hingga akhir pemerintahan ini.

Pemerintah AS mengatakan 10 hari yang lalu bahwa akan mengirim Ukraina rudal, amunisi, ranjau antipersonel, dan senjata lainnya senilai US$ 725 juta.

Pemerintahan Biden yang akan berakhir berusaha untuk mendukung Ukraina dalam menangani invasi Rusia. Masa jabatan Biden berakhir pada bulan Januari ketika Presiden terpilih dari Partai Republik Donald Trump akan menjabat.

Baca Juga: AS Transfer US$ 20 miliar ke Ukraina Pakai Aset Beku Rusia, Moskow Marah Besar!

Paket yang diumumkan hari Kamis senilai sekitar US$ 500 juta termasuk amunisi untuk Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS) dan rudal Antiradiasi Kecepatan Tinggi (HARM), di antara bantuan lainnya, menurut Blinken.

Setelah bantuan terbaru ini mengucur, masih tersedia sisa sekitar US$ 5,6 miliar dari Otoritas Penarikan Presiden (PDA) untuk pengiriman senjata segera dari stok AS bagi Biden tanpa memerlukan persetujuan kongres.

Pasukan Moskow telah merebut desa demi desa di timur Ukraina, bagian dari upaya untuk merebut wilayah industri Donbas. Sementara serangan udara Rusia menargetkan jaringan energi Ukraina yang terhambat saat musim dingin tiba.




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×