Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - DUBAI. Amerika Serikat dan Iran diperkirakan menandatangani memorandum untuk menghentikan perang di Teluk Persia secepatnya pada Minggu, dengan Jenewa muncul sebagai lokasi paling memungkinkan, menurut sumber Barat.
Bahasa perjanjian masih dalam tahap finalisasi. Meski begitu, Iran tetap bersikukuh bahwa kesepakatan juga harus menghentikan konflik di Lebanon, di mana Israel tengah bertempur melawan kelompok milisi Hezbollah yang didukung Iran. Tujuannya adalah menyelesaikan kata-kata perjanjian paling lambat Sabtu agar dapat ditandatangani oleh Wakil Presiden AS JD Vance dan Ketua Parlemen Iran Mohammed Baqer Qalibaf.
Presiden Donald Trump mengatakan pada Kamis bahwa ia membatalkan serangan baru ke Iran karena kesepakatan tersebut kini siap. “Kami baru saja membuat penyelesaian besar atas perang dengan Iran,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih.
Baca Juga: Gubernur BoJ Kazuo Ueda Dirawat di Rumahsakit, Wakil Gubernur Pimpin Rapat 15–16 Juni
Namun, rincian awal dari pejabat Iran menunjukkan bahwa Teheran hampir sepenuhnya mendapatkan apa yang diminta sejauh ini. Sementara Trump tampaknya hanya memperoleh sedikit keuntungan, termasuk dibukanya kembali Selat Hormuz yang sempat ditutup Iran setelah serangan AS pada Februari.
Sumber senior Iran mengatakan rancangan perjanjian akan mencakup penghapusan sanksi minyak, pencairan miliaran dolar dana Iran, dan penghentian permusuhan di semua front, termasuk di Lebanon. Isu nuklir akan dibahas pada negosiasi terpisah di masa depan. Amerika Serikat ingin memastikan Iran tidak pernah mengembangkan senjata nuklir, sementara Iran menegaskan tidak mencarinya.
Laporan media Iran Mehr menyebut perjanjian juga mencakup konsesi penting lain dari AS, termasuk komitmen menarik pasukan dari sekitar Iran dan menyusun rencana rekonstruksi ekonomi Iran senilai minimal 300 miliar dolar AS.
Pengumuman Trump tentang kesepakatan beberapa jam setelah ia kembali mengancam serangan keras terhadap Iran memicu reli pasar global dan penurunan harga minyak. Harga minyak Brent turun lebih dari 2% pada perdagangan pagi di Eropa.
Namun, ketegangan tetap tinggi di Selat Hormuz. Pasukan AS menembak jatuh dua drone serangan satu arah Iran yang mencoba menyerang kapal dagang. Media Iran melaporkan militer mereka menghentikan sebuah tanker melewati selat, disertai suara ledakan pada Jumat dini hari.
Perang ini menjadi masalah politik bagi Gedung Putih, dengan survei menunjukkan tingkat persetujuan Trump menurun akibat kemarahan publik terhadap harga bensin yang tinggi. Beberapa anggota Partai Republik khawatir ketidakpopuleran perang bisa memengaruhi kontrol mereka atas Kongres pada pemilu sela November nanti.
Sementara itu, kemungkinan pengendalian konflik di Lebanon diperkirakan sulit diterima Israel, yang memulai perang bersama AS pada Februari dan belum dilibatkan dalam negosiasi damai. Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan Israel bukan pihak dalam memorandum dengan Iran.
Baca Juga: Trump Sebut Kesepakatan Damai AS-Iran Bisa Ditandatangani Akhir Pekan Ini













