Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - PERRY. Produsen otomotif asal Jerman, Audi, berencana memperluas basis produksinya di Amerika Serikat (AS) dengan membangun pabrik perakitan kendaraan sport utility vehicle (SUV) senilai US$ 4 miliar di Georgia. Pabrik tersebut ditargetkan memiliki kapasitas produksi hingga 200.000 unit per tahun.
Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana investasi tersebut pada Sabtu (24/10/2026) dalam sebuah rapat umum di Perry, dekat Macon, Georgia bagian tengah. Pengumuman itu disampaikan menjelang pemilihan paruh waktu AS pada 3 November mendatang, ketika Trump berupaya meyakinkan masyarakat untuk mendukung Partai Republik.
Trump selama ini menekan produsen otomotif untuk memindahkan kegiatan produksi ke AS. Pemerintahannya juga menaikkan tarif impor kendaraan, baja, aluminium, dan suku cadang otomotif.
Langkah tersebut menjadi tantangan bagi Audi yang selama ini memasok seluruh kendaraan untuk pasar AS dari Eropa atau Meksiko. Tahun lalu, kebijakan tarif Trump menyebabkan Audi menanggung beban sekitar 1,2 miliar euro atau setara US$ 1,4 miliar.
Georgia menjadi salah satu negara bagian yang menghadapi persaingan ketat dalam pemilihan Senat AS dan gubernur. Trump berupaya menunjukkan bahwa kebijakan tarif otomotifnya mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi domestik.
Baca Juga: Kim Jong Un Kunjungi Monumen Perang Korea di China, Perkuat Hubungan Bilateral
Namun, kebijakan tersebut juga menuai kritik. Sejumlah pihak menilai kenaikan tarif telah mendorong harga kendaraan dan ketidakpastian perdagangan menunda keputusan investasi beberapa produsen otomotif.
"Kami berencana menghadirkan SUV terbesar dan paling premium kami, serta memproduksinya di sini, di Macon, Georgia," kata CEO Audi Gernot Doellner dalam acara tersebut.
"Ini merupakan investasi jangka panjang karena kami percaya pada pasar Amerika," ujarnya.
Audi Targetkan 4.500 Lapangan Kerja dari Pabrik Baru di AS
Audi menyatakan investasi senilai US$ 4 miliar tersebut akan menciptakan sekitar 4.500 lapangan kerja. Konstruksi pabrik dijadwalkan dimulai tahun depan, sedangkan kegiatan produksi ditargetkan berlangsung pada awal dekade 2030-an.
Seorang pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa fasilitas tersebut diperkirakan akan merakit SUV Audi Q7, Q8, dan Q9.
Selain di Georgia, Audi juga berencana memproduksi 25.000 kendaraan per tahun di negara bagian tetangga, South Carolina. Sebagian kendaraan yang saat ini diproduksi di Eropa akan dialihkan untuk dirakit di AS dan kemudian diekspor ke pasar lain.
Baca Juga: Peluang Infantino Terpilih Lagi sebagai Presiden FIFA Masih Terbuka, Ini Sebabnya
Produksi tersebut akan dilakukan di pabrik senilai US$ 2 miliar milik Scout Motors, merek kendaraan off-road Volkswagen Group. Fasilitas yang sedang dibangun itu berlokasi di Blythewood, dekat Columbia, ibu kota South Carolina.
Di sisi lain, kebijakan Trump juga mengurangi insentif pemerintah untuk kendaraan listrik atau electric vehicle (EV). Kebijakan tersebut menyebabkan penurunan signifikan dalam produksi kendaraan listrik dan baterai di AS. Penyerapan tenaga kerja di sektor kendaraan dan suku cadang juga menurun sejak Trump menjabat tahun lalu.
Senator AS dari Partai Republik asal Ohio, Bernie Moreno, menyatakan investasi Audi menunjukkan efektivitas kebijakan tarif pemerintah.
"Dengan investasi ini, Audi akan membangun seluruh SUV mereka secara eksklusif di AS," kata Moreno pada Sabtu malam.
Ia juga menilai pabrik Audi tidak akan terwujud tanpa kebijakan tarif, regulasi yang dinilainya masuk akal, serta penghapusan kewenangan California untuk mengatur standar efisiensi bahan bakar.
Penjualan Audi di AS Turun 16%
Rencana investasi tersebut muncul di tengah tekanan terhadap kinerja bisnis Audi. Penjualan Audi tercatat turun selama dua tahun berturut-turut dan kembali merosot 7% pada semester I-2026. Persaingan ketat di China dan kebijakan tarif AS menjadi faktor yang menekan permintaan.
Secara khusus, penjualan Audi di AS turun 16% sepanjang tahun ini.
Di Jerman, pabrik Audi di Neckarsulm, barat daya negara tersebut, termasuk satu dari empat fasilitas Volkswagen yang menghadapi kemungkinan penutupan setelah 2030.
Baca Juga: MotoGP Australia 2026 Dibatalkan, Phillip Island Gagal Gelar Balapan Perpisahan
Langkah Audi memperluas produksi di AS juga sejalan dengan strategi sejumlah produsen otomotif global yang berupaya menyesuaikan rantai pasok dan lokasi produksi terhadap kebijakan perdagangan Washington.
Pada Juli lalu, Toyota mengumumkan rencana investasi US$ 3,6 miliar untuk membangun lini perakitan truk seluas 2,5 juta kaki persegi atau sekitar 232.000 meter persegi di kompleks manufakturnya di San Antonio, Texas. Produsen otomotif asal Jepang tersebut juga berencana mengalihkan sebagian produksi truk dari Meksiko ke AS.
Toyota menargetkan ekspansi tersebut rampung pada 2030 dan menciptakan sekitar 2.000 lapangan kerja.
Sementara itu, Honda Motor tengah mempertimbangkan pembangunan pabrik perakitan di AS. Namun, perusahaan tersebut memperingatkan bahwa investasi itu mungkin tidak terealisasi apabila Perjanjian Amerika Serikat-Meksiko-Kanada (USMCA) tidak diperpanjang.
Produsen otomotif asal Korea Selatan, Hyundai, sebelumnya juga menyatakan bahwa kepastian mengenai USMCA akan membuka peluang investasi baru di AS.
"Jika kami memiliki kepastian mengenai USMCA, kami akan segera membuka peluang investasi baru di Amerika senilai lebih dari US$ 20 miliar," kata Hyundai tahun lalu.














