kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Australia bantah hubungan dengan Indonesia retak


Rabu, 06 November 2013 / 13:36 WIB
ILUSTRASI. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,64% ke 7.042,94, Jumat (26/6).


Sumber: Businessspectat | Editor: Asnil Amri

SYDNEY. Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop membantah adanya keretakan hubungan Australia dengan Indonesia pasca keluarnya tuduhan aksi spionase dari kedutaan Australia di Indonesia.

Sampai saat ini, pemerintah Australia memilih bungkam menjelaskan tentang dokumen yang bocor terkait aktivitas intelijen Australia bersama dengan Amerika Serikat (AS) di Indonesia.  "Saya tidak yakin telah terjadi keretakan," kata Bishop kepada ABC TV, Selasa (5/11).

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Indonesia, Marty Natalegawa menyatakan, Indonesia tidak bisa menerima aktivitas spionase tersebut. Menurutnya, aksi itu bisa menggagalkan kerjasama bilateral antara kedua negara, termasuk soal isu-isu penyelundupan manusia dan terorisme.

Terkait masalah ini, Bishop berencana berangkat ke Indonesia pada hari ini (6/11). Dalam agenda, Bishop akan menghadiri Forum Demokrasi yang digelar di Bali akhir pekan ini. "Saya berharap ada dialog yang produktif dengan Natalegawa,” ujarnya.

Bishop berharap masih bisa menjalin hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia, termasuk soal isu imigran dan juga terorisme. "Saya yakin itu (kerjasama) akan terus terjadi," tegasnya.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×