kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

Australia bantah hubungan dengan Indonesia retak


Rabu, 06 November 2013 / 13:36 WIB
ILUSTRASI. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,64% ke 7.042,94, Jumat (26/6).


Sumber: Businessspectat | Editor: Asnil Amri

SYDNEY. Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop membantah adanya keretakan hubungan Australia dengan Indonesia pasca keluarnya tuduhan aksi spionase dari kedutaan Australia di Indonesia.

Sampai saat ini, pemerintah Australia memilih bungkam menjelaskan tentang dokumen yang bocor terkait aktivitas intelijen Australia bersama dengan Amerika Serikat (AS) di Indonesia.  "Saya tidak yakin telah terjadi keretakan," kata Bishop kepada ABC TV, Selasa (5/11).

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Indonesia, Marty Natalegawa menyatakan, Indonesia tidak bisa menerima aktivitas spionase tersebut. Menurutnya, aksi itu bisa menggagalkan kerjasama bilateral antara kedua negara, termasuk soal isu-isu penyelundupan manusia dan terorisme.

Terkait masalah ini, Bishop berencana berangkat ke Indonesia pada hari ini (6/11). Dalam agenda, Bishop akan menghadiri Forum Demokrasi yang digelar di Bali akhir pekan ini. "Saya berharap ada dialog yang produktif dengan Natalegawa,” ujarnya.

Bishop berharap masih bisa menjalin hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia, termasuk soal isu imigran dan juga terorisme. "Saya yakin itu (kerjasama) akan terus terjadi," tegasnya.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×