Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - MELBOURNE. Australia dan India mencapai kesepakatan baru yang membuka jalan bagi ekspor uranium Australia ke India untuk mendukung pengembangan energi nuklir sipil.
Kesepakatan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat hubungan ekonomi kedua negara sekaligus mendukung transisi energi bersih.
Selain uranium, Australia dan India juga sepakat memperluas kerja sama di bidang energi terbarukan, mineral kritis, serta hidrogen hijau.
Baca Juga: Modi Temui Prabowo, Indonesia-India Bahas Kerja Sama Pertahanan hingga Pangan
Bagi India, pasokan uranium dari Australia akan membantu mewujudkan target kapasitas pembangkit listrik tenaga nuklir sebesar 100 gigawatt pada 2047.
Sementara itu, Australia memandang kerja sama ini sebagai peluang untuk memperluas pasar ekspor sumber daya alamnya di luar China, yang selama ini menjadi mitra dagang terbesar.
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengatakan kesepakatan tersebut memungkinkan Australia memasok uranium untuk mendukung peningkatan bauran energi nonfosil India sekaligus membuka pasar baru bagi sektor sumber daya Australia.
"Kesepakatan ini memfasilitasi ekspor uranium Australia ke India untuk membantu meningkatkan porsi kapasitas listrik nonbahan bakar fosil, sekaligus menyediakan pasar tambahan bagi sektor sumber daya Australia," ujar Albanese.
Baca Juga: Pertamina NRE Gandeng Tiongkok, Dorong Proyek Energi Bersih di Indonesia
Hingga kini, kedua negara belum mengungkapkan nilai, volume maupun jadwal pengiriman uranium dalam kerja sama tersebut.
Australia dan India sebenarnya telah menandatangani perjanjian kerja sama nuklir pada 2014. Namun, realisasi ekspor uranium selama ini berjalan terbatas karena adanya kekhawatiran bahan bakar nuklir tersebut dapat dialihkan untuk program senjata nuklir India.
Dalam kesepakatan terbaru, kedua negara menegaskan uranium Australia hanya akan digunakan untuk tujuan damai, khususnya sebagai bahan bakar pembangkit listrik tenaga nuklir.
Di luar sektor energi, Perdana Menteri India Narendra Modi mendorong pelaku usaha Australia meningkatkan investasi jangka panjang di India, terutama untuk proyek jalan raya, pelabuhan, perkeretaapian, dan pembangunan perkotaan.
Menurut Modi, teknologi, modal, dan sumber daya Australia dapat mempercepat transformasi energi India, termasuk membuka peluang kerja sama dalam pengembangan aluminium rendah karbon.
Komitmen investasi juga datang dari AustralianSuper, dana pensiun terbesar di Australia, yang mengumumkan tambahan investasi sebesar A$500 juta ke National Investment and Infrastructure Fund (NIIF) India.
Baca Juga: Pertamina NRE Gandeng GCL Tiongkok Bidik Proyek Energi Bersih
Usai bertemu Modi dalam forum bisnis di Melbourne, Albanese menyebut Modi sebagai "jembatan hidup" yang mempererat hubungan Australia dan India. Menurutnya, visi Modi telah membantu membentuk arah baru kerja sama ekonomi kedua negara.
India kini merupakan mitra dagang terbesar kelima Australia setelah China, Jepang, Amerika Serikat, dan Korea Selatan. Sekitar satu juta penduduk Australia juga memiliki keturunan India dari total populasi sekitar 28 juta jiwa.
Kunjungan Modi ke Australia diwarnai pengamanan ketat menjelang pidatonya di hadapan ribuan diaspora India di Melbourne.
Sejumlah kecil demonstran sayap kanan menggelar aksi dengan membawa slogan antiimigrasi, namun jumlah mereka jauh lebih sedikit dibandingkan para pendukung Modi yang memadati lokasi acara.
Baca Juga: Pertamina Patra dan Indo Sino Kerja Sama Pemanfaatan Gas untuk Operasional Kilang
Australia menjadi tujuan berikutnya dalam rangkaian kunjungan luar negeri Modi setelah sebelumnya mengunjungi Indonesia. Dari Australia, Modi dijadwalkan melanjutkan lawatan ke Selandia Baru sebelum kembali ke India.













