Reporter: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Seoul. Waspada terulangnya krisis ekonomi di kawasan Asia. Saat ini sudah terjadi gejolak pasar saham di Korea Selatan (Korsel). Untuk mengingatkan, Asia pernah mengalami krisis moneter pada tahun 1990-an yang dialami jatuhnya nilai tukar baht Thailand terhadp dollar Amerika Serikat (AS).
Jatuhnya mata uang baht Thailand diikuti rontoknya mata uang lainnya, termasuk ringgit Malaysia, peso Filipina dan rupiah.
Kini gejolak pasar saham di Korsel telah menghapus kapitalisasi pasar lebih dari US$ 2 triliun atau sekitar Rp 36.200 triliun dalam sebulan. Sejumlah analis menilai kebijakan terbaru hanya menyentuh sebagian kecil persoalan sehingga volatilitas pasar diperkirakan masih akan berlanjut.
Tekanan di pasar saham Korea Selatan semakin besar setelah indeks KOSPI anjlok sekitar 40% dalam satu bulan. Koreksi tersebut paling banyak menghantam investor ritel, termasuk generasi muda, pensiunan, hingga masyarakat yang membeli saham menggunakan dana pinjaman ketika harga masih berada di level tinggi.
Situasi tersebut memicu gelombang protes. Sejumlah investor bahkan meletakkan karangan bunga duka di depan gedung parlemen sebagai bentuk kekecewaan terhadap anjloknya pasar saham.
Baca Juga: Harga Minyak Turun Lebih dari 1% karena Peningkatan Pasokan Meski Ada Perang AS-Iran
Merespons kondisi tersebut, Gubernur Bank of Korea bersama regulator keuangan menggelar rapat darurat pada Rabu (30/7). Pemerintah kemudian mengumumkan pembatasan investasi individu pada leveraged exchange-traded fund (ETF) saham tunggal serta menaikkan biaya transaksi produk tersebut.
Namun, para analis menilai kebijakan tersebut belum menyentuh akar persoalan. Berbeda dengan langkah yang pernah diterapkan Hong Kong, pemerintah Korea Selatan tidak mengurangi tingkat leverage pada produk investasi tersebut sehingga dinilai belum efektif meredam gejolak pasar.
Ekonom Citi Korea Kim Jin Wook mengatakan kebijakan baru memang berpotensi membantu mengurangi volatilitas pasar, tetapi dampaknya diperkirakan terbatas.
"Langkah tersebut dapat membantu meredam volatilitas pasar saham Korea, tetapi mekanisme likuiditas seperti dana stabilisasi pasar akan memberikan dampak yang lebih besar," ujarnya.
Tonton: Hilirisasi Sawit Melesat, Lebih dari 80% Ekspor Indonesia Kini Produk Olahan
Pandangan serupa disampaikan seorang analis perusahaan sekuritas di Seoul. Menurutnya, regulasi baru disusun terlalu cepat sehingga efektivitasnya masih diragukan.
Ia menilai fluktuasi harga saham kemungkinan tetap tinggi karena produk ETF ber-leverage serupa masih diperdagangkan di bursa New York dan Hong Kong.
Di parlemen, Menteri Keuangan Korea Selatan Koo Yun Cheol mengakui pemerintah kurang matang saat memperkenalkan produk investasi ber-leverage tersebut. Ia menyampaikan penyesalan karena kebijakan itu diluncurkan tanpa kajian yang memadai.
Desakan untuk memperketat regulasi juga datang dari internal Partai Demokrat yang berkuasa. Salah satu kandidat pimpinan partai bahkan mengusulkan penghentian sementara perdagangan ETF ber-leverage saham tunggal setelah indeks KOSPI terpuruk di bawah level 6.000.
Meski sempat bergerak stabil pada perdagangan Kamis (30/7), indeks KOSPI masih melemah sekitar 1% dan berpotensi mencatat penurunan bulanan terdalam sepanjang sejarah.
Ironisnya, tekanan di pasar terjadi ketika dua raksasa semikonduktor Korea Selatan justru membukukan kinerja keuangan yang kuat. Samsung Electronics dan SK Hynix mencatat total laba kuartalan mencapai 150 triliun won atau sekitar US$ 100 miliar.
Sementara itu, tekanan jual investor asing juga masih berlangsung. Sepanjang Juli 2026, investor asing membukukan penjualan bersih saham Korea Selatan sebesar 18,5 triliun won atau sekitar US$ 13 miliar.
Arus keluar dana asing tersebut menjadi sinyal bahwa sentimen negatif terhadap pasar saham Korea Selatan masih belum mereda, meskipun fundamental sejumlah emiten besar tetap menunjukkan kinerja yang solid.
Sebagian artikel telah tayang di https://money.kompas.com/read/2026/07/30/165409726/krisis-bursa-korea-selatan-makin-dalam-investor-kehilangan-aset-rp-36200.













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
