Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - SEOUL. Bursa saham Korea Selatan ditutup melemah karena ketidakpastian di Timur Tengah dan mengakhiri pekan lebih rendah. Koreksi bursa saham berhasil di tekan oleh net sell saat harga turun oleh investor ritel.
Jumat (27/3/2026), indeks indeks acuan KOSPI ditutup turun 21,59 poin atau 0,40% ke 5.438,87, setelah turun lebih dari 3% sebelumnya dalam sesi tersebut.
Alhasil, indeks KOSPI turun 5,9% di pekan ini, setelah naik 5,4% pada minggu lalu.
"Indeks tersebut mencoba berbalik naik selama sesi perdagangan karena pembelian saham-saham unggulan oleh investor ritel," kata Lee Kyoung-min, analis di Daishin Securities.
Baca Juga: Perang Iran Picu Krisis Energi, India Kembali Dekat ke Rusia
Pada sesi ini, investor ritel melakukan pembelian bersih saham senilai 2,7 triliun won (US$ 1,79 miliar), sementara investor asing menjual saham senilai 3,9 triliun won.
Sentimen bagi pasar saham Korea Selatan datang setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan ia akan memperpanjang jeda serangan terhadap pembangkit energi Iran hingga April, dan bahwa pembicaraan dengan Iran berjalan "sangat baik."
Namun, seorang pejabat Iran mengatakan proposal Washington untuk mengakhiri perang itu "sepihak dan tidak adil."
Korea Selatan mulai memberlakukan larangan ekspor nafta mulai tengah malam pada hari Kamis sebagai upaya untuk memperkuat pasokan domestik di tengah gangguan yang disebabkan oleh perang Iran.
Saham produsen chip Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing turun 0,22% dan 1,18%, setelah sebelumnya turun lebih dari 4% karena kekhawatiran mengenai algoritma kompresi baru Google, TurboQuant.
Saham produsen baterai LG Energy Solution naik 2,60%. Sejalan, saham Hyundai Motor dan perusahaan saudaranya, Kia, masing-masing naik 1,02% dan 0,71%.
Baca Juga: Huawei Kian Percaya Diri, Chip AI Baru Dilirik ByteDance dan Alibaba
Pada sesi ini, saham produsen baja POSCO Holdings menguat 0,15% dan perusahaan farmasi Samsung BioLogics naik 1,32%.
Dari total 925 saham yang diperdagangkan, 437 naik dan 444 turun.
Won dikutip pada 1.504,5 per dolar di platform penyelesaian onshore, 0,23% di atas penutupan Kamis di 1.508,0.
Imbal hasil obligasi pemerintah Korea tiga tahun yang paling likuid naik 2,2 basis poin menjadi 3,573%, sementara imbal hasil obligasi acuan 10 tahun naik 3,6 basis poin menjadi 3,906%. ($1 = 1.505,1900 won)













