Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Bursa saham Korea Selatan kembali melemah pada perdagangan Rabu (20/5), menandai penurunan selama dua sesi berturut-turut di tengah aksi ambil untung investor asing dan sentimen negatif dari Wall Street.
Melansir Reuters, indeks acuan KOSPI turun 144,22 poin atau 1,98% ke level 7.127,44 pada perdagangan siang waktu setempat, setelah sehari sebelumnya merosot 3,25%.
Baca Juga: AI Bikin Serangan Siber Makin Cepat, Kebocoran Data Global Melonjak
Meski terkoreksi dalam dua hari terakhir, KOSPI masih mencatat kenaikan sekitar 69% sepanjang tahun ini, setelah melonjak 76% sepanjang tahun lalu.
Analis Han Ji-young dari Kiwoom Securities mengatakan pasar mulai diliputi kekhawatiran karena koreksi jangka pendek saat ini dipimpin oleh aksi jual investor asing.
“Pasar mulai cemas karena koreksi jangka pendek yang berlangsung dipimpin oleh investor asing,” ujarnya.
Sentimen negatif datang setelah indeks-indeks utama di Wall Street ditutup melemah pada Selasa (19/5), dipicu lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun ke level tertinggi lebih dari satu tahun akibat kekhawatiran inflasi.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun Rabu (20/5) Pagi, Trump Klaim Perang Iran Segera Berakhir
Di tengah volatilitas pasar, Menteri Keuangan Korea Selatan dan gubernur bank sentral sepakat untuk bekerja sama menjaga stabilitas pasar keuangan, menurut pernyataan kementerian keuangan setempat.
Saham sektor teknologi ikut tertekan. Raksasa chip Samsung Electronics turun 0,54% di tengah negosiasi lanjutan dengan serikat pekerja menjelang ancaman mogok besar. Sementara rivalnya, SK hynix, melemah 1,20%.
Di sektor kendaraan listrik dan otomotif, LG Energy Solution anjlok 3,81%. Saham Hyundai Motor turun 2,98%, sedangkan Kia terkoreksi 4,26%.
Sementara itu, saham produsen baja POSCO Holdings jatuh 5,90% dan perusahaan biofarmasi Samsung Biologics turun 3,05%.
Dari total 913 saham yang diperdagangkan, hanya 56 saham menguat sementara 845 saham lainnya melemah.
Baca Juga: CEO HSBC: AI Akan Pangkas Banyak Pekerjaan, Karyawan Diminta Jangan Melawan Perubahan
Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih saham senilai 1,6 triliun won atau sekitar US$1,06 miliar, sekaligus memperpanjang tren jual bersih menjadi 10 sesi berturut-turut.
Di pasar mata uang, won Korea diperdagangkan di level 1.511,3 per dolar AS, melemah 0,17% dibanding penutupan sebelumnya di level 1.508,7 per dolar AS.
Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah Korea Selatan tenor tiga tahun naik 4 basis poin menjadi 3,792%, sedangkan yield obligasi tenor 10 tahun naik 5,6 basis poin ke level 4,271%.













