kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   -20.000   -0,75%
  • USD/IDR 18.125   38,00   0,21%
  • IDX 6.038   113,48   1,92%
  • KOMPAS100 788   17,25   2,24%
  • LQ45 602   13,12   2,23%
  • ISSI 207   3,32   1,63%
  • IDX30 341   7,10   2,13%
  • IDXHIDIV20 423   9,63   2,33%
  • IDX80 90   2,01   2,29%
  • IDXV30 114   2,10   1,87%
  • IDXQ30 109   1,94   1,81%

Bagaimana Bitcoin di 2023? Ada yang Meramal Naik 1.400%, Ada yang Prediksi Jatuh 70%


Rabu, 04 Januari 2023 / 07:26 WIB
ILUSTRASI. Jatuhnya harga sebagian besar cryptocurrency dan banyaknya skandal menghancurkan pasar ini. KONTAN/Cheppy A. Muchlis


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Protokol Bitcoin berisi sejumlah aturan yang ditulis ke dalam kodenya dan tidak dapat dilanggar. Yang pertama adalah pembatasan jumlah bitcoin: tidak akan pernah ada lebih dari 21 juta bitcoin yang beredar. Gagasan kelangkaan inilah yang membuat nilai bitcoin terjaga.

Setiap 210.000 blok, hadiah penambang untuk mempertahankan jaringan Bitcoin berkurang setengahnya. Oleh karena itu, halving memiliki tujuan ganda: membatasi jumlah bitcoin baru yang beredar di jaringan dan memungkinkan umur panjang blockchain terus berlanjut.

Masalah besar dengan prediksi Draper adalah bahwa ada banyak ketidakpastian seputar industri cryptocurrency saat ini. Salah satunya berkaitan dengan nasib korban dari kebangkrutan kerajaan Sam Bankman-Fried, mantan raja crypto.

Prediksi Standard Chartered

Namun, untuk beberapa pelaku pasar, yang terburuk di pasar kripto belum datang.

Dalam catatan penelitian 5 Desember 2022, Standard Chartered memprediksi harga bitcoin mungkin tenggelam hingga ke level US$ 5.000. 

Mengutip CNBC, prediksi tersebut akan mewakili penurunan 70% dari harga saat ini.

Baca Juga: Ramalan Warren Buffett 5 Tahun Lalu: Kripto Akan Berakhir Buruk

Dalam skenario terburuk Standard Chartered, kejatuhannya seiring dengan saham teknologi.

“Dan sementara penjualan Bitcoin melambat, kerusakan telah terjadi,” kata Eric Robertsen, kepala penelitian global bank tersebut.

Dia menambahkan, “Semakin banyak perusahaan dan bursa crypto menemukan diri mereka dengan likuiditas yang tidak mencukupi, yang menyebabkan kebangkrutan lebih lanjut dan jatuhnya kepercayaan investor terhadap aset digital.” 




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×