kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45787,20   0,76   0.10%
  • EMAS1.012.000 0,40%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.09%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.06%

Bahas gesekan China dengan AS, Menlu Retno: Jangan libatkan kami


Kamis, 10 September 2020 / 07:24 WIB
Bahas gesekan China dengan AS, Menlu Retno: Jangan libatkan kami
ILUSTRASI. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/pras.

Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - HANOI. Para menteri luar negeri Asia Tenggara (ASEAN) memulai serangkaian KTT regional pada hari Rabu (9/9/2020) yang diharapkan akan mengupayakan kolaborasi untuk melawan ancaman global dan mencoba meredakan persaingan dua ekonomi terbesar dunia.

Rusia, Jepang, Australia, Korea Selatan, dan India termasuk di antara mereka yang bergabung secara jarak jauh pada acara yang diselenggarakan oleh Vietnam yang akan mencakup forum keamanan 27 negara. Acara ini dihelat seiring meningkatnya kekhawatiran tentang retorika dan konflik yang tidak disengaja, dan tentang negara-negara lain yang terjebak dalam keributan sengketa wilayah.

“Lanskap geopolitik dan geoekonomi regional, termasuk Laut China Selatan, menyaksikan peningkatan volatilitas yang merugikan perdamaian dan stabilitas,” kata Perdana Menteri Vietnam Nguyen Xuan Phuc dalam pembukaan KTT tersebut seperti yang dilansir Reuters.

Menteri Luar Negeri Vietnam, Pham Binh Minh, mengatakan peran hukum internasional dan lembaga multilateral sangat penting.

Baca Juga: China: AS lakukan intervensi dalam sengketa wilayah di Laut China Selatan

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi dalam sebuah wawancara dengan Reuters memperingatkan Amerika Serikat dan China agar tidak melibatkan negara-negara ASEAN dalam pertempuran geopolitik mereka.

"Kami tidak ingin terjebak oleh persaingan ini," kata Retno pada hari Selasa, menggambarkan militerisasi jalur air sebagai hal yang "mengkhawatirkan".

Baca Juga: Hubungan AS-China kian panas, pebisnis Amerika di China makin was-was

Amerika Serikat telah berbicara keras menentang China atas perdagangan, teknologi, dan perilaku maritimnya. Tak hanya itu, Presiden AS Donald Trump telah mengumandangkan sikap kerasnya ke China menjelang pemilihan presiden AS.



TERBARU

[X]
×