kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Baht Pimpin Penguatan Mata Uang Regional, Bank Sentral Thailand Gelar Intervensi


Rabu, 10 September 2025 / 04:33 WIB
Baht Pimpin Penguatan Mata Uang Regional, Bank Sentral Thailand Gelar Intervensi
ILUSTRASI. Bank Sentral Thailand (BOT) telah mengambil langkah untuk menstabilkan baht setelah mata uang tersebut terapresiasi sekitar 7% sejak awal tahun. REUTERS/Thomas White


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Bank Sentral Thailand (BOT) telah mengambil langkah untuk menstabilkan baht setelah mata uang tersebut terapresiasi sekitar 7% sejak awal tahun. 

Kondisi ini menjadikan baht sebagai mata uang dengan kinerja terkuat di antara mata uang regional.

Mengutip laporan Nation Thailand pada Senin (8/9/2025), Pimpan Charoenkwan, Asisten Gubernur untuk Grup Pasar Keuangan di BOT, mengatakan bahwa bank sentral memantau situasi dengan cermat dan akan turun tangan untuk mengendalikan volatilitas guna mengurangi dampaknya terhadap bisnis.

Ia mencatat bahwa apresiasi mata uang regional baru-baru ini, termasuk baht, sebagian besar didorong oleh melemahnya dolar AS karena pasar semakin mengharapkan Federal Reserve (Fed) untuk melonggarkan kebijakan moneter.

Baht juga mengalami tekanan kenaikan akibat kenaikan harga emas global yang berkelanjutan. BOT saat ini sedang menjajaki langkah-langkah untuk memitigasi dampak pergerakan harga emas terhadap nilai tukar.

Baca Juga: Penasihat Danantara, Thaksin Shinawatra Kembali Dipenjara 1 Tahun, Ini Alasannya

Pimpan menyarankan sektor swasta untuk secara konsisten melakukan lindung nilai terhadap risiko nilai tukar mata uang asing guna meredam dampak volatilitas pasar.

Sementara itu, Sanguan Jungsakul, direktur senior pasar uang dan modal di Krungthai Bank, menggambarkan reli baht baru-baru ini sebagai kenaikan yang "tajam dan signifikan."

Sejak Jumat (5 September), baht telah menguat lebih tinggi daripada mata uang regional lainnya, melampaui level 32,00 hingga mencapai 31,81 terhadap dolar AS pada perdagangan Senin (8/9/2025). Ini merupakan level terkuatnya dalam lebih dari empat tahun, sejak pertengahan 2021.

Tonton: Anutin Charnvirakul Jadi PM Baru Thailand, Akhiri Era Dinasti Shinawatra

Ia mengaitkan lonjakan tersebut dengan reli harga emas yang berkelanjutan, ekspektasi penurunan suku bunga The Fed pada bulan September di tengah tanda-tanda perlambatan ekonomi AS, dan kejelasan politik yang lebih baik di Thailand setelah pembentukan pemerintahan baru.


Tag


TERBARU

[X]
×