kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.890.000   -66.000   -2,23%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Bailout perbankan Rusia


Rabu, 30 Desember 2015 / 11:10 WIB
Bailout perbankan Rusia


Reporter: Fitri Nur Arifenie | Editor: Yudho Winarto

MOSKOW. Rusia membutuhkan dana besar untuk menyokong kelangsungan usaha salah satu perbankan milik negara, Vnesheconombank (VEV). Perusahaan tersebut membutuhkan dana talangan (bailout) senilai 1,3 triliun rubel atau setara US$ 18 miliar, agar bisa terus beroperasi.

Seperti diberitakan Bloomberg, Selasa (29/12), VEB selama ini menjadi salah satu sumber kas negara dalam mendanai proyek-proyek khusus milik pemerintah, di bawah komando Presiden Vladimir Putin.

Namun akibat sanksi ekonomi dari Amerika Serikat dan Uni Eropa terhadap Rusia, menyebabkan VEB tak lagi leluasa mendapat pendanaan murah dari dunia internasional.

Saat ini, VEB dihadapkan pada persoalan tumpukan utang dengan beban bunga yang kian tinggi. Total utang VEB kini berkisar US$ 16 miliar. Dalam beberapa tahun ke depan, VEB harus membayar utang jatuh tempo US$ 7,3 miliar.

Tidak ada harapan lain bagi VEB selain mendapatkan bailout dari pemerintah Rusia. "Pemerintah tidak akan tinggal diam membiarkan VEB menghadapi sendiri masalah yang disebabkan oleh memburuknya situasi ekonomi," janji Dmitry Medvedev, Perdana Menteri Rusia. 




TERBARU

[X]
×