kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.734   15,00   0,08%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

Bakal Muncul Kasus Baru di Wall Street


Selasa, 20 Oktober 2009 / 09:23 WIB


Reporter: Arthur Gideon, Bloomberg | Editor: Dikky Setiawan

WASHINGTON. Upaya bersih-bersih di Wall Street bakal berlanjut. Kantor berita Bloomberg mengutip seorang sumber anonim yang memastikan, penyelidik federal Amerika Serikat (AS) sedang membidik tersangka lain dalam kasus insider trading.

Sebagian perdagangan curang yang berdasarkan informasi orang dalam itu terkait dengan kasus Ram Rajaratnam. Pimpinan perusahaan hedge fund Galleon Group itu telah dijatuhi status tersangka akhir pekan lalu.

Penegak hukum di Negeri Paman Sam, tutur sumber Bloomberg, sudah melakukan investigasi terhadap berbagai transaksi yang mencurigakan selama dua tahun terakhir. Sejumlah pimpinan perusahaan sekuritas, termasuk manajer hedge fund, berikut pengacaranya, sudah masuk ke dalam radar aparat hukum di AS.

Untuk membongkar kecurangan di bursa saham, penegak hukum di AS menggunakan berbagai 'senjata'. Mulai dari data khusus yang dikelola otoritas bursa, hingga penyadapan. Metode terakhir ini yang dipakai kejaksaan New York untuk menjerat Rajaratnam. Maklumlah, tidak mudah membuktikan kecurangan hedge fund berdasarkan data semata.

Para hamba hukum ini mendapat dukungan dari politikus. Senator Partai Demokrat Arlen Specter mengingatkan, otoritas bursa harus lebih agresif menyelidiki berbagai transaksi mencurigakan yang dilakukan hedge fund.




TERBARU

[X]
×