Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - DUBAI. Dua serangan menyasar bandara di Jazan dan Najran, Arab Saudi, pada Senin (5/10/2026) malam waktu setempat. Serangan tersebut menyebabkan tiga orang terluka dan menimbulkan kerusakan terbatas, menurut otoritas penerbangan Arab Saudi.
Serangan terjadi ketika konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman kembali meningkat. Eskalasi tersebut berlangsung di tengah operasi militer pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi untuk merebut kembali wilayah yang sebelumnya dikuasai Houthi.
Pasukan pemerintah Yaman yang didukung Riyadh telah meningkatkan operasi ofensif setelah kelompok Houthi mencatat sejumlah kemajuan dalam beberapa pekan terakhir. Arab Saudi juga memperkuat dukungannya terhadap operasi tersebut melalui peningkatan serangan udara terhadap posisi Houthi.
Baca Juga: Maju Jadi Bos WHO, Budi Gunadi Sadikin Dorong AS Kembali Bergabung
Sebagai respons, Houthi melancarkan serangkaian serangan menggunakan rudal dan drone terhadap sejumlah sasaran di Arab Saudi. Target serangan mencakup bandara, fasilitas minyak, hingga instalasi militer.
Otoritas Penerbangan Sipil Umum Arab Saudi (General Authority of Civil Aviation/GACA) mengatakan tengah melakukan penilaian terhadap dampak serangan di Bandara Internasional King Abdullah Bin Abdulaziz dan Bandara Internasional Najran.
GACA sedang menilai kerusakan di Bandara Internasional King Abdullah Bin Abdulaziz dan Bandara Internasional Najran serta mengambil langkah-langkah untuk memastikan keselamatan penumpang dan staf serta keamanan sistem penerbangan sipil kerajaan.














