kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.973   81,00   0,45%
  • IDX 5.884   -217,45   -3,56%
  • KOMPAS100 764   -32,00   -4,02%
  • LQ45 578   -20,26   -3,39%
  • ISSI 203   -8,31   -3,92%
  • IDX30 327   -10,75   -3,18%
  • IDXHIDIV20 402   -10,48   -2,54%
  • IDX80 87   -3,59   -3,99%
  • IDXV30 109   -2,27   -2,04%
  • IDXQ30 105   -2,81   -2,60%

Bank Dunia Pangkas Tajam Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi China, Jadi Segini


Rabu, 08 Juni 2022 / 14:26 WIB
ILUSTRASI. Bank Dunia memangkas tajam perkiraan pertumbuhan ekonomi China, memperingatkan wabah Covid-19 bisa semakin memperlambat pemulihan di ekonomi terbesar kedua di dunia itu. REUTERS/Aly Song.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Bank Dunia memangkas tajam perkiraan pertumbuhan ekonomi China, memperingatkan dalam sebuah laporan pada Rabu (8/6), wabah Covid-19 bisa semakin memperlambat pemulihan di ekonomi terbesar kedua di dunia itu.

China adalah ekonomi utama terakhir yang menganut kebijakan nol-Covid yang sangat ketat, tetapi telah menjerat rantai pasokan dan menyeret indikator ekonomi ke level terendah dalam sekitar dua tahun terakhir.

Pertumbuhan di China diproyeksikan melambat menjadi 4,3% pada 2022, Bank Dunia mengatakan dalam sebuah laporan pada Rabu, menandai penurunan tajam 0,8 poin persentase dari perkiraan Desember tahun lalu.

Ini "sebagian besar mencerminkan kerusakan ekonomi yang disebabkan oleh wabah Omicron dan penguncian yang berkepanjangan di beberapa bagian China dari Maret hingga Mei," kata Bank Dunia, merujuk pada varian virus corona yang sangat menular, seperti dikutip Channel News Asia.

Baca Juga: World Bank Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global Jadi 2,9%, Ingatkan Stagflasi

Pada bulan-bulan itu, pembatasan di lusinan kota termasuk pusat manufaktur Shenzhen dan Shanghai serta provinsi penghasil roti Jilin menghancurkan operasi bisnis serta membuat konsumen tetap di rumah.

"Dalam jangka pendek, China menghadapi tantangan ganda untuk menyeimbangkan mitigasi Covid-19 dengan mendukung pertumbuhan ekonomi," ungkap Martin Raiser, Country Director Bank Dunia untuk China, Mongolia, dan Korea.

"Dilemanya adalah, bagaimana membuat stimulus kebijakan efektif, selama pembatasan mobilitas tetap ada," imbuh dia, seperti dilansir Channel News Asia.

Aktivitas di China diperkirakan akan pulih pada paruh kedua tahun 2022, dibantu oleh stimulus fiskal dan lebih banyak pelonggaran aturan di perumahan, menurut Bank Dunia.

Tetapi, permintaan domestik China kemungkinan akan pulih secara bertahap dan hanya sebagian mengimbangi kerusakan terkait pandemi sebelumnya, Bank Dunia menambahkan.




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×