CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.015,18   6,97   0.69%
  • EMAS984.000 -0,10%
  • RD.SAHAM -1.86%
  • RD.CAMPURAN -0.70%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Bank of Amerika peringatkan 2 risiko besar bagi market untuk tahun 2022


Senin, 06 Desember 2021 / 06:51 WIB
Bank of Amerika peringatkan 2 risiko besar bagi market untuk tahun 2022
ILUSTRASI. Bank of America (BAC) baru memperingatkan, market harus waspada terhadap inflasi yang tinggi dan potensi penyebaran varian COVID baru pada tahun 2022. REUTERS/Reinhard Krause


Sumber: Yahoo Finance | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Bahkan jika varian COVID baru yang muncul di tahun depan dikendalikan sepenuhnya, kekhawatiran inflasi masih dapat membuat masa depan pertumbuhan ekonomi AS menjadi suram.

Sebuah peringkat dari laporan 10 mata uang berbeda dari seluruh dunia menemukan bahwa AS memiliki skor inflasi tertinggi, di 46. Diikuti oleh dolar Selandia Baru, di 38, dan Pound Inggris, di 37.

“Agak menegangkan untuk menyaksikan data mengenai inflasi yang sangat tinggi baru-baru ini,” laporan itu mencatat. “Di musim panas, sebagian besar kenaikan didorong oleh lonjakan di sektor tertentu, tetapi dalam beberapa bulan terakhir tekanan telah pindah ke tengah distribusi inflasi … Dibandingkan tahun lalu, kami telah menaikkan perkiraan inflasi IHK global kami untuk tahun ini dari 2,4% menjadi 3,9% dan untuk tahun depan dari 2,8% menjadi 3,8%.”

Secara keseluruhan, inflasi akan mereda, bahkan di AS. Meskipun tingkat inflasi ini mungkin sedikit mereda, Bank of America Global Research memperingatkan bahwa inflasi mungkin masih menjadi masalah yang signifikan bagi perekonomian dalam jangka pendek. 

Baca Juga: Otoritas keuangan dan pelaku pasar bentuk national working group on benchmark reform

Kepala Ekonom AS BofA Michelle Meyer dan VP Alexander Lin menulis bahwa tiga kenaikan suku bunga pada tahun 2022 sangat mungkin terjadi.

"Inflasi akan mendingin dari tertinggi saat ini tetapi tetap jauh di atas target, membuat Fed bertindak," laporan itu memperkirakan. 

“Sementara 2021 adalah kisah kelebihan permintaan dan kelangkaan pasokan, kami pikir 2022 akan menjadi salah satu penyeimbangan kembali, meskipun hanya secara bertahap. Ini akan mengurangi panasnya inflasi tetapi tidak cukup cepat, membuat The Fed menaikkan suu bunga tiga kali mulai Juni dan melanjutkan irama triwulanan," jelas tim riset Bank of America.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×