kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45938,93   0,00   -0.00%
  • EMAS932.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.50%
  • RD.CAMPURAN -0.14%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.06%

Bank of Korea (BOK) kerek suku bunga dan proyeksi inflasi tahun 2022


Kamis, 25 November 2021 / 08:52 WIB
Bank of Korea (BOK) kerek suku bunga dan proyeksi inflasi tahun 2022
ILUSTRASI. BOK mengerek suku bunga 25 basis poin menjadi 1,00%.

Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Bank of Korea (BOK) menaikkan suku bunga dan merevisi prospek inflasi pada pertemuan yang digelar hari ini (25/11).

Dewan kebijakan moneter BOK akhirnya mengerek biaya pinjaman sebesar 25 basis poin menjadi 1,00%. Hal ini sesuai dengan proyeksi 29 dari 30 analis dalam jajak pendapat Reuters.

Bank sentral Korea Selatan itu juga menaikkan prospek inflasi untuk tahun depan menjadi 2,0%, dari 1,5% sebelumnya. Ini menunjukkan perlunya kenaikan suku bunga lebih lanjut di tengah kekhawatiran tentang tekanan harga yang lebih cepat dan berlarut-larut.

Obligasi berjangka pemerintah tenor tiga tahun naik sebanyak 0,14 poin setelah BOK merilis revisi perkiraan. Sementara itu, indeks KOSPI dan won sama-sama melemah.

Korea Selatan telah berada di garis depan penarikan stimulus global karena bank sentral mulai memangkas stimulus era pandemi untuk menahan laju inflasi dan meningkatnya ketidakseimbangan keuangan.

Baca Juga: Bursa Asia cenderung menguat di pagi ini (25/11), ini sentimen yang menyelimutinya

Setelah menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam hampir tiga tahun di bulan Agustus, inflasi konsumen di ekonomi terbesar keempat di Asia itu melaju ke level tertinggi hampir 1 dekade di bulan Oktober.

Ekonomi tumbuh 4,0% pada kuartal ketiga, berkat ekspor keripik dan produk petrokimia yang kuat dan tersanjung oleh perbandingan dengan kemerosotan akibat pandemi tahun lalu.

Bank sentral Korea Selatan ini pun masih melihat ekonomi dapat tumbuh 4% di sepanjang 2021 dan 3% pada 2022. Ini sama seperti yang diproyeksikan pada pertemuan bulan Agustus silam.

Tekanan harga yang meningkat dan pertumbuhan perusahaan telah mendorong sebagian besar analis yang disurvei oleh Reuters untuk mengemukakan perkiraan mereka. Analis sekarang melihat tingkat suku bunga dapat mencapai 1,25% pada kuartal pertama 2022 dan 1,50% di akhir tahun 2022.

"Kenaikan suku bunga harus dilakukan pada November karena pertumbuhan kuat dan tekanan harga meningkat. Satu kenaikan lagi diharapkan awal tahun depan untuk mengatasi ketidakseimbangan keuangan," kata Yoon Yeo-sam, Analis Meritz Securities.

Baca Juga: Harga minyak ditutup turun tipis, pelapasan cadangan strategis dipertanyakan

Salah satu komplikasinya adalah lonjakan baru-baru ini dalam kasus Covid-19 harian. Di mana, Korea Selatan mencatat lebih dari 4.000 kasus baru untuk pertama kalinya pada hari Rabu (24/11) dan mengaburkan prospek untuk beberapa bulan ke depan.

BOK pada Agustus menjadi bank sentral besar Asia pertama yang mulai menaikkan biaya pinjaman sejak pandemi Covid-19 dimulai.

Kemarin, Selandia Baru juga menaikkan suku bunga untuk kedua kalinya dalam dua bulan dan Federal Reserve AS diperkirakan akan beralih ke pengetatan untuk menahan tekanan harga.

 

 

Selanjutnya: Sumber Energi Andalan (ITMA) berencana perluas bisnis ke sektor kelistrikan




TERBARU
Kontan Academy
UU Kepailitan Tuntas Mendelegasikan Tugas

[X]
×