kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Bank Sentral Rusia Pangkas Bunga ke Level 9%


Rabu, 25 November 2009 / 12:01 WIB


Sumber: BBC | Editor: Dikky Setiawan

MOSCOW. Bank Sentral Rusia memangkas suku bunga dari 9,5% ke level 9%. Kebijakan bank sentral Rusia ini merupakan pemangkasan suku bunga yang kesembilan kalinya sejak April lalu untuk merangsang daya beli konsumen. Penurunan suku bunga ini mulai berlaku sejak Rabu (25/11).

Dalam pernyataannya kemarin, bank sentral Rusia mengatakan, langkah itu dilakukan setelah melihat adanya ruang untuk menurunkan suku bunga lantaran laju inflasi sudah kembali mereda.

Sejak setahun terakhir, ekonomi Rusia sedang berguncang akibat dampak dari pelambatan ekonomi di seluruh dunia, meskipun data terakhir menunjukkan perekonomian Rusia mengalami pertumbuhan 13,9% pada kuartal ketiga 2009 (Juli-September).

Adanya pertumbuhan ekonomi tersebut, menunjukkan bahwa negeri Beruang Merah itu mulai pulih dari penurunan. Ekonomi Rusia, yang sangat bergantung pada ekspor minyak, adalah salah satu yang terburuk terkena krisis global. Namun, terjadinya rebound di harga minyak sejak awal tahun ini telah membantu ekonomi Rusia kembali pulih.

Hot money

Sayangnya, hal tersebut tidak diikuti oleh membaiknya kinerja perbankan. Di tahun ini, kredit perbankan masih seret. "Aktivitas pinjaman dari bank-bank Rusia masih pada tingkat rendah, dan permintaan di dalam negeri tidak cukup untuk memastikan stabilitas pertumbuhan sektor manufaktur," kata bank sentral.

Alasan lain untuk memotong suku bunga adalah derasnya aliran hot money ke Rusia, yang membuat mata uang rubel lebih kuat di luar harapan bank Sentral. Untuk itu, dengan suku bunga baru yang lebih rendah, kata bank sentral, berkontribusi untuk menahan apresiasi rubel.




TERBARU

[X]
×