kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Beijing: China dan ASEAN harus menghilangkan gangguan eksternal di Laut China Selatan


Selasa, 13 Oktober 2020 / 13:44 WIB
ILUSTRASI. Menteri Luar Negeri China Wang Yi dan Menteri Luar Negeri Norwegia Ine Eriksen Soreide saat mengadakan konferensi pers di Oslo, Norwegia, 27 Agustus 2020.


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - KUALA LUMPUR. Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengatakan, Beijing dan anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara atau ASEAN harus bekerjasama untuk menghilangkan "gangguan eksternal" di Laut China Selatan.

Tapi, melansir Reuters, Wang, yang sedang berkunjung ke Malaysia sebagai bagian dari tur singkat Asia Tenggara, tidak menjelaskan lebih lanjut pernyataannya pada Selasa (13/10) tersebut di Kuala Lumpur itu.

Dalam konferensi pers bersama, Menteri Luar Negeri Malaysia Hishammuddin Hussein menyebutkan, perselisihan tentang Laut Cina Selatan harus diselesaikan secara damai melalui dialog regional.

China, yang selama bertahun-tahun terjebak dalam sengketa maritim dengan negara-negara pesisir lainnya di Laut China Selatan, dalam beberapa bulan terakhir telah mengadakan latihan militer di bagian-bagian yang disengketakan.

Sementara Amerika Serikat (AS) menuduh China berusaha membangun "kerajaan maritim" di jalur air strategis tersebut.

Baca Juga: Tahan nelayan Tiongkok, China minta Malaysia selidiki kasus secara adil

Selanjutnya: Masuk wilayah tanpa izin, Malaysia menahan 60 warga negara China dan enam kapal




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×