kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.572.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 17.905   -28,00   -0,16%
  • IDX 6.032   0,79   0,01%
  • KOMPAS100 778   2,53   0,33%
  • LQ45 597   3,02   0,51%
  • ISSI 210   -0,97   -0,46%
  • IDX30 332   1,80   0,54%
  • IDXHIDIV20 425   2,44   0,58%
  • IDX80 89   0,32   0,36%
  • IDXV30 116   0,51   0,44%
  • IDXQ30 108   0,62   0,58%

Bendera Raksasa Taiwan Terbang di Taipei Jelang Hari Nasional, Beijing Menentang


Jumat, 09 Oktober 2026 / 08:33 WIB
Bendera Raksasa Taiwan Terbang di Taipei Jelang Hari Nasional, Beijing Menentang
ILUSTRASI. Taiwan (REUTERS/Ann Wang)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Taiwan menerbangkan bendera nasional berukuran raksasa menggunakan helikopter militer Chinook di atas Taipei menjelang peringatan Hari Nasional pada Sabtu (10/10/2026).

Tradisi ini menjadi simbol kedaulatan Taiwan di tengah tekanan China yang menganggap pulau tersebut sebagai bagian dari wilayahnya.

Bendera Republik China, nama resmi Taiwan, dibentangkan di bawah helikopter Chinook CH-47SD buatan Amerika Serikat (AS) saat melintasi kawasan kantor kepresidenan di Taipei.

Baca Juga: Euro Menuju Pelemahan Mingguan Kelima Jumat (9/10), Tekanan Jual Mulai Mereda

Pengibaran bendera tersebut dilakukan setiap tahun sejak 2019 sebagai upaya memperkuat persatuan masyarakat di tengah meningkatnya tekanan dari Beijing.

Presiden Taiwan Lai Ching-te dijadwalkan menyampaikan pidato utama pada Sabtu pagi. Pidato tersebut akan memaparkan sasaran kebijakan pemerintah sekaligus menyinggung hubungan Taiwan dengan China.

China selama ini meningkatkan upaya untuk membatasi hubungan negara lain dengan Taipei.

Beijing juga berupaya mencegah penggunaan bendera Taiwan dalam ajang internasional, termasuk Olimpiade.

Dalam kompetisi olahraga tersebut, Taiwan menggunakan nama "Chinese Taipei" dan lambang khusus yang berbeda dari bendera nasionalnya.

Baca Juga: Harga Emas Spot Naik Tipis ke US$ 4.147 Jumat (9/10) Pagi, Cermati Risiko Inflasi

Kedua pemerintahan tidak secara resmi mengakui satu sama lain. Kantor Urusan Taiwan China tidak menanggapi permintaan komentar Reuters mengenai perayaan Hari Nasional Taiwan.

Setelah pidato Lai pada tahun lalu, Beijing menyebutnya sebagai pembuat masalah, pencipta bahaya, dan pemicu perang.

Lin Chang-cheng, pilot helikopter berusia 40 tahun yang mengikuti latihan penerbangan pekan ini, mengatakan bendera tersebut merupakan simbol nyata kedaulatan nasional Taiwan.

"Hal ini terutama terasa karena kami telah mengalami banyak tekanan di komunitas internasional. Karena itu, ketika melihat bendera nasional dikibarkan, momen tersebut sangat mengharukan," ujar Lin di Bandara Songshan, Taipei dilansir dari Reuters.

Bendera berukuran 12 meter x 18 meter itu digantung menggunakan kabel panjang dengan pemberat di bawah helikopter.

Baca Juga: Isu Akuisisi Chipotle Mengemuka, Starbucks Masih Berjuang Pulihkan Margin

Bendera tersebut dibuat dari bahan yang kuat dan ringan, serupa dengan material yang digunakan untuk parasut.

Meski menjadi simbol nasional, bendera Republik China juga memunculkan perbedaan pandangan di dalam Taiwan, terutama di kalangan warga yang mendorong identitas Taiwan yang sepenuhnya terpisah dari China.

Namun, bagi sebagian warga, pengibaran bendera tersebut tetap menjadi momen penting. Hsiao Shao-chun, 44 tahun, yang menyaksikan latihan penerbangan dari pinggiran Taipei, mengatakan bendera Taiwan merepresentasikan kebebasan dan demokrasi.

"Ketika melihat bendera Taiwan, saya merasa bendera itu melambangkan kebebasan, demokrasi, dan kebebasan berbicara," ujarnya.

Baca Juga: Bursa Australia Menguat 0,5% Jumat (9/10), Saham Bank dan Emas Jadi Penopang

Hari Nasional Taiwan diperingati setiap 10 Oktober untuk mengenang pemberontakan pada 1911 yang berujung pada runtuhnya dinasti kekaisaran terakhir China dan berdirinya Republik China.

Pemerintahan Republik China kemudian melarikan diri ke Taiwan pada 1949 setelah kalah dalam perang saudara melawan kelompok komunis pimpinan Mao Zedong, yang mendirikan Republik Rakyat China.

Perayaan Hari Nasional Taiwan pada masa Perang Dingin banyak diwarnai kegiatan militer dan pidato yang menyerukan perebutan kembali daratan China.

Kini, perayaan tersebut lebih diarahkan untuk menampilkan kekuatan lunak atau soft power serta memperluas visibilitas Taiwan di mata dunia, termasuk melalui pertunjukan kembang api di Taipei 101, salah satu gedung tertinggi di dunia.




TERBARU

[X]
×