CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.007,80   -0,91   -0.09%
  • EMAS995.000 -0,10%
  • RD.SAHAM -0.30%
  • RD.CAMPURAN -0.02%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Biden Berencana Hubungi Xi Jinping, Sejumlah Isu Ini akan Dibahas


Rabu, 22 Juni 2022 / 10:10 WIB
Biden Berencana Hubungi Xi Jinping, Sejumlah Isu Ini akan Dibahas
ILUSTRASI. Presiden AS Joe Biden dan Presiden China Xi Jinping berdialog secara virtual.


Sumber: The Straits Times | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden AS Joe Biden pada hari Selasa (21/6) mengungkapkan rencananya untuk mengadakan pembicaraan dengan Presiden China Xi Jinping. Masalah inflasi dan hubungan perdagangan disebut akan menjadi fokus.

Dilansir dari The Straits Times, saat ini Biden memang belum mengatur waktu pembicaraan. Namun, Biden meyakinkan bahwa dialog keduanya akan dilakukan sesegera mungkin.

"Saya berencana untuk berbicara dengan Presiden Xi. Kami belum menetapkan waktu. Segera," ungkap Biden.

Pembicaraan kali ini kemungkinan besar masih terkait dengan hubungan perdagangan kedua negara. Tarif yang dikenakan di bawah mantan presiden Donald Trump memberlakukan bea masuk 25% pada impor China senilai miliaran dolar.

Baca Juga: Terima Dukungan Penuh dari AS, Israel Bentuk Aliansi Pertahanan Udara Regional

Kebijakan tersebut lahir sebagai bentuk hukuman atas langkah China yang dinilai melalukan praktik perdagangan yang tidak adil. Secara khusus, AS juga berusaha melindungi produsen domestik.

Langkah itu mendapat dukungan besar secara politis. Namun, ketika inflasi di AS mencapai level tertinggi dalam 40 tahun saat ini, Biden berusaha keras untuk menemukan cara untuk mengurangi tekanan harga.

Bagi Biden, menghapus tarif tambahan untuk beberapa komoditas dari China adalah salah satu opsi yang bisa dipertimbangkan.

Baca Juga: Menteri Keuangan AS: Ekonomi akan Melambat, Resesi Tidak Terelakkan

Sejalan dengan Biden, Menteri Keuangan Janet Yellen juga menilai bahwa relaksasi tarif dapat membantu meredakan inflasi.

Dialog mendalam antara Biden dan Xi terkait masalah ini juga dirasa harus segera dilakukan karena kebijakan tarif yang diterapkan Trump akan segera berakhir pada Juli mendatang. Kedua negara jelas membutuhkan kebijakan baru untuk memulihkan ekonomi masing-masing.

Pembicaraan terakhir antara Biden dan Xi terjadi pada 18 Maret lalu. Namun, saat itu keduanya fokus pada konflik yang terjadi di Ukraina. Biden secara khusus meminta Xi agar tidak membantu Rusia dalam invasinya ke Ukraina.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Data Analysis with Excel Pivot Table Supply Chain Management on Distribution Planning (SCMDP)

[X]
×