kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   20.000   0,78%
  • USD/IDR 17.918   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.094   62,48   1,04%
  • KOMPAS100 785   10,40   1,34%
  • LQ45 602   8,03   1,35%
  • ISSI 213   1,61   0,76%
  • IDX30 334   4,21   1,27%
  • IDXHIDIV20 427   4,86   1,15%
  • IDX80 90   1,14   1,28%
  • IDXV30 117   0,96   0,83%
  • IDXQ30 109   1,31   1,21%

Biden: China akan sulit menjadi pemimpin dunia jika masih terlibat pelanggaran HAM


Rabu, 17 Februari 2021 / 16:22 WIB
ILUSTRASI. Presiden Joe Biden melambai setelah dilantik sebagai Presiden ke-46 Amerika Serikat, saat pelantikannya di Front Barat Capitol AS di Washington, AS, 20 Januari 2021.


Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo

Perbincangan kedua pemimpin ini dinilai akan membuka babak baru di tengah sibukanya perang dagang, kisruh di Hong Kong, sengketa Laut China Selatan dan Taiwan, hingga dugaan pelanggaran HAM terhadap Muslim Uighur di Xinjiang.

Dilansir dari Reuters, dalam obrolannya dengan Biden, Xi menegaskan bahwa kerja sama adalah satu-satunya pilihan yang bisa diambil demi mencapai keamanan dunia. Ia juga menyebut kedua negara perlu mengelola perselisihan dengan cara yang konstruktif.

Dalam obrolan singkatnya, Xi berulang kali mendorong upaya dialog antara kedua negara untuk bisa lebih memahami kepentingan nasional satu sama lain dan menghindari kesalahpahaman.

Berdasarkan pernyataan Gedung Putih, Joe Biden menekankan kepada Xi Jinping bahwa AS memprioritaskan untuk melestarikan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka, wilayah di mana Amerika Serikat dan China merupakan saingan strategis utama.

Selanjutnya: Xi Jinping: Konfrontasi China-AS bisa menjadi bencana untuk kedua negara




TERBARU

[X]
×