kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45670,77   -28,01   -4.01%
  • EMAS926.000 0,22%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Bisnis merosot berat, Nissan tunda penambahan produksi di Indonesia


Jumat, 26 Juli 2019 / 08:01 WIB
Bisnis merosot berat, Nissan tunda penambahan produksi di Indonesia

Sumber: Kompas.com | Editor: Hasbi Maulana

KONTAN.CO.ID - HONG KONG. Produsen mobil Nissan (NSANF), pabrikan mobil kedua di Jepang, mengumumkan penurunan laba hingga 99% pada kuartal II-2019 dibanding kuartal sebelumnya. Pendapatannya pun menurun hampir 13% dibanding tahun lalu.

Gara-gara laba menurun, Nissan terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja ( PHK) terhadap 12.500 pekerja di seluruh dunia. Angka ini dua kali lipat lebih besar dari yang dilaporkan perusahaan pada Mei lalu. Sayangnya, pihak Nissan menolak mengungkapkan lebih lanjut lokasi lain yang bakal terpengaruh pemangkasan jabatan itu.

Selain memangkas tenaga kerja, Nissan juga akan mengurangi jajaran produk setidaknya 10% pada akhir tahun fiskal 2020.

Baca Juga: Bisnis limbung, Nissan akan PHK 12.500 karyawan secara global

"Ini adalah deskripsi kasar, tetapi fasilitas luar negeri yang merugi akan menjadi target utama," kata CEO Nissan Hiroto Saikawa dikutip dari CNN, Jumat (26/7/2019).

Bahkan, dia pun mengungkap telah menangguhkan jalur produksi di Indonesia dan Spanyol. Awal tahun ini, Nissan juga telah mengakhiri produksi 2 kendaraan mewah di Inggris.

Nissan, seperti pabrikan mobil global lainnya, menghadapi tantangan berat. Ekonomi global yang lesu telah merusak penjualan, dan perang dagang AS-China tetap menjadi risiko besar bagi para produsen. Standar emisi baru, sebagian didorong oleh krisis iklim, juga mengganggu industri.

Baca Juga: Kinerja merosot, Nissan memangkas puluhan ribu pekerja

Namun Nissan juga telah bergulat dengan masalah sendiri. Perusahaan telah kehilangan pangsa pasar di Amerika Serikat dan Eropa. 

Pada kuartal pertama, misalnya, penjualannya menurun jadi 7,9% atau 351.000 unit dibanding setahun sebelumnya sekitar 8,1%. Sementara penjualannya di Eropa, termasuk Rusia, turun lebih dari 16% pada kuartal yang sama dibanding tahun lalu.

Perusahaan juga masih berusaha untuk lepas dari masalah tahun lalu, yakni penangkapan mantan presiden Carlos Ghosn di Tokyo yang hingga kini hukumnya belum selesai. Meski Nissan telah membantah tuduhan itu, dakwaan yang didera Ghosn telah membuat ketegangan besar pada aliansi antara Nissan, Renault, dan Mitsubishi Motors.

Baca Juga: Nissan Motor merencanakan PHK 10.000 orang karyawan untuk mendongkrak kinerja bisnis

Sebetulnya, ketiga perusahaan tersebut telah memperbarui komitmen kemitraan, sayangnya ketegangan antara ketiganya masih belum hilang.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Laba Anjlok 99 Persen, Nissan PHK 12.500 Pekerja dan Tunda Produksi di RI". 

Penulis : Fika Nurul Ulya, Editor : Sakina Rakhma Diah Setiawan




TERBARU

Close [X]
×