Bisnis tanda tangan elektronik, anggota parlemen Jepang ini jadi miliarder

Minggu, 04 Oktober 2020 | 09:00 WIB Sumber: Forbes
Bisnis tanda tangan elektronik, anggota parlemen Jepang ini jadi miliarder


Pratayang Minggu, 4 Oktober 2020

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Di Jepang, sudah menjadi tradisi selama berabad-abad untuk menggunakan stampel sebagai pengganti tanda tangan. Belakangan, bisnis tanda tangan elektronik di Jepang sukses besar berkat pandemi.

Perusahaan raksasa seperti Toyota dan Nomura kini mulau menggunakan jasa tanda tangan elektronik dari sebuah perusahaan kecil bernama Bengo4.com Inc., yang sahamnya tahun ini melonjak hingga 100%.

Forbes mencatat, lonjakan harga saham Bengo4 membuat pendirinya, Taichiro Motoe, menjadi miliarder. Berkat perusahaan yang didirikannya 15 tahun lalu ini, kekayaan Motoe ditaksir lebih dari US$ 1 miliar.

Para investor optimistis dengan layanan e-signature Bengo4, yang disebut CloudSign, di era Covid-19. Saat ini semakin banyak orang bekerja dari jarak jauh, perusahaan Jepang beralih ke tanda tangan elektronik dari stempel fisik yang disebut hanko untuk mengesahkan dokumen.

"CloudSign mengubah budaya hanko tradisional. Saya harus menempelkan stampel pada tumpukan besar dokumen kontrak satu per satu. Saya merasakan inefisiensi dalam budaya bisnis," ungkap Motoe pada Forbes.

Baca Juga: Mantan wakil presiden BP gantung diri, diduga depresi kena PHK

Sukses menguasai 80% pasar di Jepang

Bengo4 melaporkan, layanan CloudSign merekaadalah layanan tanda tangan elektronik yang dominan di Jepang dengan 80% pangsa pasar. Lebih dari 100.000 perusahaan di berbagai industri menggunakan CloudSign, naik lebih dari dua kali lipat dari tahun lalu.

Bengo4 memulai bisnis sebagai direktori online untuk pengacara. Perusahaan milik Motoe, yang juga merupakan pengaca, terdaftar di pasar modal kecil Bursa Efek Tokyo pada tahun 2014 dan meluncurkan CloudSign setahun kemudian untuk mencari pertumbuhan sebagai perusahaan publik yang baru.

Baca Juga: Daftar startup terkaya di dunia bulan September 2020, perusahaan TikTok di puncak

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Terbaru