kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.537.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.189   15,00   0,08%
  • IDX 4.920   15,48   0,32%
  • KOMPAS100 632   2,75   0,44%
  • LQ45 501   3,97   0,80%
  • ISSI 163   -0,60   -0,36%
  • IDX30 283   2,68   0,96%
  • IDXHIDIV20 382   4,30   1,14%
  • IDX80 73   0,29   0,40%
  • IDXV30 106   0,87   0,82%
  • IDXQ30 95   1,13   1,20%

BP Tunjuk Mantan Eksekutif Shell Pimpin Bisnis Hilir


Rabu, 04 November 2026 / 16:44 WIB
BP Tunjuk Mantan Eksekutif Shell Pimpin Bisnis Hilir
ILUSTRASI. BP (KONTAN/Baihaki)


Sumber: Reuters | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID – LONDON. Raksasa energi asal Inggris, BP, menunjuk mantan eksekutif senior Shell, Emma Lewis, untuk memimpin bisnis hilir perusahaan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya BP memperkuat bisnis penyulingan minyak dan bahan bakar di tengah persaingan industri energi global.

Lewis sebelumnya menjabat sebagai Wakil Presiden Eksekutif Divisi Kimia Shell. Dalam posisi tersebut, ia bertanggung jawab memimpin bisnis kimia global perusahaan energi asal Inggris itu.

Laporan Reuters (4/11/2026), BP menjadwalkan Lewis mulai bergabung pada 4 Januari 2027. Sebelum penunjukan tersebut berlaku, Richard Harding akan tetap menjalankan tugas sebagai Wakil Presiden Eksekutif sementara untuk bisnis hilir BP.

Baca Juga: Penjualan Hybrid Menguat, Toyota Berpeluang Cetak Kenaikan Laba

Penunjukan Lewis menjadi langkah strategis bagi CEO BP Meg O'Neill untuk memperkuat kinerja bisnis hilir perusahaan. Pengalaman Lewis dalam mengelola bisnis kimia global diharapkan dapat mendukung upaya BP meningkatkan daya saing bisnis penyulingan dan bahan bakarnya.

Juru bicara Shell menyebut Lewis telah memimpin bisnis kimia perusahaan melalui berbagai perubahan penting, termasuk upaya restrukturisasi untuk memperbaiki kinerja bisnis.

Sebelum bergabung dengan Shell pada 2012, Lewis menghabiskan sekitar 13 tahun berkarier di ExxonMobil. Pengalaman panjang di industri energi tersebut menjadi bekal dalam mengelola bisnis hilir BP.

Kepindahan Lewis juga terjadi ketika Shell tengah menjajaki opsi penjualan sejumlah aset bisnis kimianya. CEO Shell Wael Sawan sebelumnya menyatakan bahwa aset-aset tersebut memiliki kualitas yang baik, tetapi Shell belum tentu menjadi pemilik yang paling tepat untuk mengelolanya.

Baca Juga: Perluas Kewenangan Investigasi, Singapura Amandemen UU Kabut Asap




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×