kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.868.000   -20.000   -0,69%
  • USD/IDR 17.208   50,00   0,29%
  • IDX 7.637   15,50   0,20%
  • KOMPAS100 1.056   3,79   0,36%
  • LQ45 759   1,39   0,18%
  • ISSI 277   0,91   0,33%
  • IDX30 404   0,85   0,21%
  • IDXHIDIV20 491   2,42   0,50%
  • IDX80 118   0,40   0,34%
  • IDXV30 140   1,19   0,86%
  • IDXQ30 129   0,39   0,30%

Bursa Asia Menuju Penguatan Mingguan Jumat (17/4), Minyak Bertahan di Bawah US$ 100


Jumat, 17 April 2026 / 11:09 WIB
Bursa Asia Menuju Penguatan Mingguan Jumat (17/4), Minyak Bertahan di Bawah US$ 100
ILUSTRASI. Bursa Asia - Nikkei Jepang (REUTERS/Issei Kato)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Bursa saham Asia berpeluang mencatat penguatan untuk pekan kedua berturut-turut pada Jumat (17/4/2026), meski pergerakan pasar mulai terbatas menjelang akhir pekan yang krusial terkait perkembangan konflik Timur Tengah.

Sentimen pasar ditopang oleh harapan meredanya konflik setelah diberlakukannya gencatan senjata 10 hari antara Israel dan Lebanon.

Baca Juga: Trump Desak Paus Pahami Ancaman Iran, Kritiknya Picu Polemik di AS

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump juga menyebut pertemuan lanjutan antara AS dan Iran berpotensi berlangsung pada akhir pekan ini.

Optimisme tersebut membuat investor mulai mengurangi posisi berisiko tinggi, sambil menunggu kejelasan arah negosiasi damai.

Di pasar energi, harga minyak masih tertahan di bawah level psikologis US$ 100 per barel, meski tetap jauh lebih tinggi dibandingkan sebelum konflik.

Harga Brent crude turun lebih dari 1% ke US$ 98,14 per barel, sementara West Texas Intermediate melemah 1,6% ke US$ 93,15 per barel.

Meski demikian, risiko pasokan global masih membayangi karena jalur strategis Selat Hormuz yang biasanya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia masih belum sepenuhnya pulih.

Baca Juga: Mayoritas Mata Uang Asia Tertekan Jumat (17/4), Rupiah Jadi yang Paling Terlemah

Aksi Ambil Untung Tekan Bursa

Melansir Reuters, Indeks saham Asia-Pasifik di luar Jepang (MSCI) turun sekitar 0,8% karena investor melakukan aksi ambil untung setelah reli kuat sepanjang April.

Meski terkoreksi, indeks tersebut masih berada di dekat level tertinggi sejak awal Maret dan mencatat kenaikan sekitar 14,5% sepanjang bulan ini, setelah sempat anjlok 13,5% pada Maret akibat pecahnya konflik Iran.

Di Jepang, indeks Nikkei melemah sekitar 1% setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi.

Secara umum, mayoritas pasar saham global telah kembali ke level sebelum konflik pecah pada akhir Februari, mencerminkan optimisme pasar terhadap prospek penyelesaian konflik.

Baca Juga: Paus Leo XIV: Dunia Dikuasai Segelintir Tiran, Perang & Eksploitasi Harus Dihentikan

Pasar Dinilai Terlalu Optimistis

Sejumlah analis menilai pasar saat ini cenderung terlalu cepat mengabaikan risiko geopolitik dan dampak lonjakan harga energi.

Menurut pelaku pasar, terdapat perbedaan mencolok antara kehati-hatian bank sentral dan pembuat kebijakan dengan optimisme investor di pasar keuangan.

Risiko koreksi dinilai tetap terbuka jika tidak ada bukti konkret bahwa perdamaian benar-benar tercapai, termasuk pembukaan penuh jalur distribusi energi global.

Sementara itu, indeks dolar AS melemah ke level 98,24, mendekati posisi terendah sejak awal Maret, seiring meredanya permintaan aset safe haven.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×