kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.594.000   2.000   0,08%
  • USD/IDR 17.905   -13,00   -0,07%
  • IDX 6.092   -1,60   -0,03%
  • KOMPAS100 785   -0,10   -0,01%
  • LQ45 602   0,20   0,03%
  • ISSI 213   0,09   0,04%
  • IDX30 335   0,46   0,14%
  • IDXHIDIV20 429   1,82   0,43%
  • IDX80 90   0,04   0,04%
  • IDXV30 117   0,37   0,32%
  • IDXQ30 110   0,44   0,40%

Bursa Australia Menguat, Investor Menanti Laporan Produksi Emiten Tambang


Senin, 12 Oktober 2026 / 08:50 WIB
Bursa Australia Menguat, Investor Menanti Laporan Produksi Emiten Tambang
ILUSTRASI. Bursa Australia - ASX (REUTERS/Hollie Adams)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Bursa saham Australia menguat ke level tertinggi dalam lebih dari sepekan pada perdagangan Senin (12/10/2026), ditopang kenaikan saham pertambangan dan teknologi.

Investor juga mencermati laporan produksi kuartalan sejumlah perusahaan tambang besar yang akan dirilis mulai pekan ini.

Mengutip Reuters, indeks S&P/ASX 200 naik 0,3% menjadi 8.739,80 pada pukul 23.18 GMT. Indeks acuan tersebut sempat menguat hingga 0,5% selama sesi perdagangan, sekaligus menyentuh level tertinggi sejak 1 Oktober 2026.

Baca Juga: RBI Perketat Hedging, Biaya Lindung Nilai Rupee India Bisa Naik

Kenaikan tersebut melanjutkan tren positif setelah S&P/ASX 200 menguat 0,4% sepanjang pekan lalu.

Pelaku pasar kini bersiap menghadapi rangkaian laporan produksi dari sektor sumber daya alam. Rio Tinto dijadwalkan merilis laporan produksi kuartalannya pada Rabu (14/10/2026), disusul BHP dan South32 yang akan menyampaikan hasil produksi pada pekan depan.

Laporan tersebut diperkirakan memberikan gambaran terbaru mengenai tren produksi dan permintaan komoditas utama, seperti bijih besi dan tembaga. Informasi ini menjadi salah satu indikator penting untuk menilai prospek sektor pertambangan Australia.

Saham perusahaan tambang berkapitalisasi besar menguat lebih dari 2% dan berpeluang mencatatkan kenaikan harian terbaik sejak 18 September 2026. Penguatan ini ditopang kenaikan harga tembaga.

Baca Juga: Harga Emas Spot Stabil di US$ 4.200 Senin (12/10), Menanti Data Inflasi AS Pekan Ini

Saham BHP naik 2,5%, sementara Rio Tinto dan Fortescue masing-masing menguat 1%. Saham perusahaan pertambangan emas juga naik 1,4%, seiring lonjakan harga logam mulia.

Selain sektor tambang, saham teknologi turut menopang pergerakan bursa. Indeks saham teknologi menguat hingga 2,7% dan mencapai level tertinggi dalam lebih dari sebulan, mengikuti penguatan Wall Street pada akhir pekan lalu.

Saham WiseTech Global dan Xero masing-masing melonjak lebih dari 3,5%.

Investor juga menantikan publikasi risalah rapat kebijakan Reserve Bank of Australia (RBA) pada September yang dijadwalkan Selasa (13/10/2026).

Dokumen tersebut diharapkan memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai penilaian bank sentral terhadap kondisi ekonomi, di tengah kenaikan harga minyak dan gejolak pasar obligasi global.

Baca Juga: Bursa Asia Bergerak Hati-hati Senin (12/10), Waspadai Laporan Keuangan dan Inflasi AS

Sektor keuangan menguat tipis 0,4%, dengan keempat bank besar Australia bergerak di zona positif.

Sebaliknya, sektor energi melemah 0,5%. Saham Santos dan Woodside Energy masing-masing turun 1%.

Di Selandia Baru, indeks acuan S&P/NZX 50 naik tipis menjadi 13.768,42 poin.




TERBARU

[X]
×