kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.605.000   -25.000   -0,95%
  • USD/IDR 17.900   65,00   0,36%
  • IDX 6.333   -41,54   -0,65%
  • KOMPAS100 824   -8,41   -1,01%
  • LQ45 627   -6,12   -0,97%
  • ISSI 219   -1,30   -0,59%
  • IDX30 347   -3,19   -0,91%
  • IDXHIDIV20 431   -3,30   -0,76%
  • IDX80 94   -0,94   -0,99%
  • IDXV30 118   -0,70   -0,59%
  • IDXQ30 111   -1,10   -0,98%

Bursa Australia Tertekan Kamis (24/9), Harga Minyak Kembali Picu Kekhawatiran Inflasi


Kamis, 24 September 2026 / 08:40 WIB
Bursa Australia Tertekan Kamis (24/9), Harga Minyak Kembali Picu Kekhawatiran Inflasi
ILUSTRASI. Bursa Australia - ASX (REUTERS/Hollie Adams)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Bursa saham Australia melemah pada perdagangan Kamis (24/9/2026), dengan indeks utama turun ke level terendah lebih dari tiga bulan.

Kenaikan tajam harga minyak kembali memicu kekhawatiran inflasi dan prospek suku bunga tinggi lebih lama.

Melansir Reuters, indeks S&P/ASX 200 turun 1,2% menjadi 8.658,10 pada pukul 00.10 GMT. Indeks sempat merosot hingga 1,4% dan menyentuh level terendah sejak 12 Juni.

Baca Juga: Iran Buka Jalur Diplomasi, Harga Minyak Brent Turun ke US$ 102,13 Kamis (24/9) Pagi

Tekanan terhadap pasar saham Australia terjadi setelah harga minyak mentah melonjak hampir 4% pada perdagangan sebelumnya.

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat sehingga mengurangi harapan pasar terhadap meredanya konflik di Timur Tengah dalam waktu dekat.

Kenaikan harga minyak menjadi perhatian bagi Australia karena tekanan inflasi domestik masih tinggi. Harga bahan bakar ikut meningkat seiring lonjakan harga minyak global yang dipicu konflik di Timur Tengah.

Reserve Bank of Australia (RBA) telah menaikkan suku bunga acuan sebesar total 75 basis poin sepanjang tahun ini.

Bank sentral Australia juga memperingatkan bahwa suku bunga masih berpotensi dinaikkan kembali untuk menekan inflasi.

Baca Juga: Yield Obligasi Pemerintah Jepang Rekor Tertinggi dalam 30 Tahun, Terseret US Treasury

Pelaku pasar kini menunggu data ketenagakerjaan bulanan Australia yang akan dirilis Kamis. Data tersebut menjadi salah satu laporan ekonomi utama terakhir sebelum RBA menggelar rapat kebijakan moneter pada pekan depan.

Sentimen pasar juga terbebani kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Australia, baik tenor pendek maupun panjang.

Kenaikan suku bunga dapat menekan saham melalui dua jalur, yakni meningkatkan biaya pembiayaan bagi perusahaan dan membuat instrumen obligasi kembali lebih menarik bagi investor.

Sektor sumber daya alam menjadi salah satu pemberat utama indeks, dengan penurunan sekitar 2%. Harga tembaga turun dari posisi mendekati rekor karena penguatan dolar AS.

Saham BHP turun 2,3%, sementara Rio Tinto melemah 1,6%. Di sisi lain, operasional tambang tembaga Escondida milik BHP di Chile dihentikan sementara setelah seorang pekerja tewas dalam kecelakaan.

Baca Juga: Meta Rilis Kacamata Pintar Tanpa Kamera, Harga Mulai US$ 349

Sektor keuangan juga melemah 1,5% dan berada di level terendah dalam dua pekan. Keempat bank besar Australia mencatat penurunan antara 1,8% hingga 2,1%.

Saham sektor properti yang sensitif terhadap suku bunga turun 1,4%, sementara sektor consumer discretionary melemah 1%.

Sektor energi menjadi salah satu dari sedikit sektor yang menguat, naik 1,1%. Saham Woodside Energy dan Santos masing-masing naik 1,2% dan 1,4%, seiring kenaikan harga energi.

Di Selandia Baru, indeks acuan S&P/NZX 50 turun untuk sesi kedua berturut-turut. Indeks tersebut terakhir melemah 0,3% menjadi 13.779,54.




TERBARU

[X]
×