Capital One Memangkas 1.100 Posisi Teknologi

Jumat, 20 Januari 2023 | 11:47 WIB   Reporter: Maria Gelvina Maysha
Capital One Memangkas 1.100 Posisi Teknologi

ILUSTRASI. Capital One Financial Corp


KONTAN.CO.ID - VANCOUVER. Perusahaan kartu kredit Capital One Financial Corp (COF.N) telah memangkas 1.100 posisi di segmen teknologinya. Pemangkasan ini menjadi sebuah langkah yang muncul saat transformasi digitalnya semakin matang.

Dilansir dari Reuters, Jumat (20/1) menurut seorang sumber mengatakan perusahaan berencana untuk menghilangkan kelompok pekerjaan "Agile" dan mengintegrasikannya ke dalam peran teknik dan manajer produk yang ada. Karyawan yang terkena dampak telah diundang untuk melamar pada posisi lain di bank.

Saham raksasa kartu kredit itu turun hampir 4% menjadi $97,98 dalam perdagangan sore.

“Peran Agile dalam organisasi teknologi kami sangat penting untuk fase transformasi awal kami, tetapi saat organisasi kami semakin matang, langkah alami berikutnya adalah mengintegrasikan proses pengiriman yang gesit langsung ke dalam praktik rekayasa inti kami," kata sumber tersebut.

Berdasaran data pengajuan perusahaan, Capital One Financial memiliki lebih dari 55.000 karyawan pada kuartal ketiga yang berakhir September 2022.

Baca Juga: Inflasi Inti Jepang Capai 4% di Desember 2022, Tertinggi dalam 41 Tahun

Selama bertahun-tahun, perusahaan seperti Capital One banyak berinvestasi dalam teknologi karena persaingan yang semakin ketat terjadi antara raksasa kartu kredit dan fintech.

“Kontribusi mereka sangat penting untuk mematangkan model pengiriman perangkat lunak kami dan transformasi teknologi kami secara keseluruhan,” kata Capital One.

PHK juga terjadi pada saat perusahaan teknologi, bursa kripto, dan perusahaan keuangan dengan adanya pengurangan tenaga kerja dan memperlambat perekrutan karena pertumbuhan ekonomi global melambat karena suku bunga yang lebih tinggi, inflasi yang membara, dan krisis energi di Eropa.

Capital One akan melaporkan pendapatan kuartal keempat minggu depan. Analis memperkirakan raksasa kartu kredit itu melaporkan laba US$3,85 per saham dari US$5,41 setahun sebelumnya.

Editor: Yudho Winarto

Terbaru