kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Inflasi Inti Jepang Capai 4% di Desember 2022, Tertinggi dalam 41 Tahun


Jumat, 20 Januari 2023 / 07:55 WIB
ILUSTRASI. Inflasi inti Jepang capai 4% secara tahunan di Desember 2022


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Bank Sentral Jepang alias Bank of Japan (BOJ) diprediksi akan mengerek suku bunga lebih tinggi, seiringan dengan naiknya angka indeks harga konsumen (IHK) inti Jepang pada akhir 2022.

Berdasarkan data terbaru, inflasi inti Jepang di Desember 2022 capai 4% secara tahunan. Realisasi itu naik dua kali lipat dari target bank sentral. dan jadi angka tertinggi terbaru dalam 41 tahun terakhir.

Lonjakan inflasi inti tidak termasuk makanan segar yang mudah menguap tetapi termasuk biaya minyak, yang sejalan dengan perkiraan pasar rata-rata dan mengikuti inflasi tahunan sebesar 3,7% di November.

IHK inti, yang mengurangi biaya makanan segar dan energi capai 3,0% pada Desember secara tahunan atau meningkat dari kenaikan 2,8% jika dibandingkan dengan data November.

Baca Juga: Jepang Diprediksi Akan Berperan Penting dalam Pemulihan Ukraina

Dengan demikian, inflasi inti melampaui target BOJ yang hanya 2% selama sembilan bulan berturut-turut.

Mengutip Reuters, para analis menilai data inflasi ini menjaga ekspektasi pasar bahwa BOJ akan segera mengakhiri kebijakan pengendalian imbal hasil dan memungkinkan suku bunga naik lebih banyak.

Meski masih menetapkan kebijakan moneter yang ultra longgar, BOJ menaikkan proyeksi inflasi pada triwulan berikutnya karena perusahaan atau produsen terus membebankan biaya bahan baku yang lebih tinggi ke konsumen.

Di sisi lain, pelaku pasar mengharapkan BOJ menghentikan kontrol kurva imbal hasil (yield), kebijakan ini membatasi suku bunga jangka panjang agar berada di kisaran nol.




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×