kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   10.000   0,39%
  • USD/IDR 18.157   10,00   0,06%
  • IDX 5.355   -17,73   -0,33%
  • KOMPAS100 696   0,46   0,07%
  • LQ45 542   -0,26   -0,05%
  • ISSI 183   -0,72   -0,39%
  • IDX30 304   -0,44   -0,14%
  • IDXHIDIV20 403   1,29   0,32%
  • IDX80 80   0,08   0,10%
  • IDXV30 113   1,14   1,02%
  • IDXQ30 101   0,03   0,03%

Cara para CEO Menghadapi Stres, Jeff Bezos Ungkap Rahasianya


Selasa, 27 Oktober 2026 / 10:50 WIB
Cara para CEO Menghadapi Stres, Jeff Bezos Ungkap Rahasianya
Pendiri Amazon, Jeff Bezos (Dok./REUTERS)


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menghadapi masalah yang menumpuk sering kali membuat seseorang memilih menunda pekerjaan atau menghindari persoalan. Padahal, menurut pendiri Amazon, Jeff Bezos, kebiasaan tersebut justru bisa memperpanjang stres.

Triliuner yang memiliki kekayaan bersih sekitar US$ 361 miliar itu punya pendekatan sederhana untuk menghadapi tekanan: mulai mengambil tindakan, sekecil apa pun langkahnya.

Dalam kunjungannya ke Museum of Flight di Seattle pada 2017, Bezos mengatakan, stres yang ia rasakan biasanya muncul ketika dirinya belum melakukan sesuatu untuk mengatasi masalah yang sedang dihadapi.

"Stres itu hilang begitu saya mengambil langkah pertama," ujar Bezos seperit dikutip dari Fortune, Selasa (27/10/2026).

Baca Juga: Jeff Bezos Incar Liverpool, Ini 4 Alasan Investasi di The Reds Bisa Menguntungkan

Menurut dia, stres bisa menjadi sinyal bahwa ada sesuatu yang perlu dibereskan. Karena itu, alih-alih mengabaikannya, ia memilih memahami sumber tekanan tersebut dan mencari langkah untuk mengatasinya.

Pendekatan ini tidak lepas dari pengalamannya membangun Amazon, perusahaan yang kini menjadi salah satu bisnis terbesar di dunia. 

Bezos merintis perusahaan tersebut dari garasi sewaan pada 1990-an. Untuk mendapatkan modal awal US$ 1 juta, ia bahkan harus menjalani sekitar 60 pertemuan dengan calon investor.

Alih-alih membiarkan kecemasan menghambat pekerjaan, Bezos berusaha mengubahnya menjadi dorongan untuk menyelesaikan persoalan.

Ia juga menyarankan agar seseorang tidak selalu menghadapi masalah sendirian. Mencari orang-orang yang memiliki minat serupa atau bersedia membantu mencari solusi dapat membuat situasi yang semula terasa menekan menjadi lebih menyenangkan.

Bagi Bezos, proses memecahkan masalah bersama orang lain bahkan bisa menjadi sumber motivasi tersendiri.

Ia menggambarkan pengalaman berdiskusi dengan sekelompok orang untuk menemukan solusi sebagai salah satu kegiatan yang paling menyenangkan. Begitu proses pencarian solusi dimulai, tekanan yang sebelumnya muncul bisa berubah menjadi semangat untuk berinovasi.

Baca Juga: Konsorsium Jeff Bezos Akuisisi 38% Saham Liverpool, Nilainya Capai Rp55 Triliun

Di Amazon, pendekatan pemecahan masalah juga ditopang oleh 16 prinsip kepemimpinan yang menjadi pedoman bagi para pemimpinnya. 

CEO Amazon Andy Jassy pernah menegaskan bahwa prinsip-prinsip tersebut perlu terus diterapkan dan dikembangkan agar memberikan hasil yang efektif.

Cara para CEO Hadapi Stress

Meski Bezos memilih menghadapi tekanan dengan segera mengambil tindakan, pemimpin perusahaan lain memiliki pendekatan berbeda untuk menjaga keseimbangan hidup.

Mantan CEO Starbucks Laxman Narasimhan, misalnya, mengandalkan tiga kebiasaan utama untuk mencegah kelelahan akibat pekerjaan, yakni meditasi harian, olahraga teratur, dan menyediakan waktu khusus untuk keluarga.

Dalam wawancaranya dengan Fortune pada 2023, Narasimhan menekankan pentingnya menjaga keseimbangan melalui disiplin terhadap rutinitas tersebut.

Baca Juga: Jeff Bezos Incar Saham Liverpool, Simak Profil Pemilik The Reds Saat Ini

Sementara itu, CEO Red Lobster juga pernah mengungkapkan pendekatannya dalam mengelola emosi. Ia berusaha menjaga agar tekanan yang dihadapi tidak terlihat oleh timnya.

Beragam pendekatan tersebut menunjukkan bahwa tidak ada satu cara yang berlaku untuk semua orang dalam menghadapi stres. Namun, bagi Bezos, memulai tindakan untuk menyelesaikan masalah merupakan langkah awal yang dapat mengubah tekanan menjadi kesempatan untuk bergerak maju.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×