Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - Ledakan roket New Glenn milik perusahaan antariksa Blue Origin menjadi pukulan telak bagi ambisi Jeff Bezos menyaingi dominasi SpaceX milik Elon Musk di industri peluncuran luar angkasa.
Roket tanpa awak itu meledak saat menjalani uji mesin atau hot-fire test di landasan peluncuran Florida, Kamis malam waktu setempat.
Rekaman video yang beredar memperlihatkan roket raksasa tersebut sempat menyala sebelum berubah menjadi bola api besar yang memuntahkan asap dan kobaran api ke udara.
Blue Origin mengonfirmasi terjadi anomali dalam pengujian tersebut. Perusahaan memastikan seluruh personel selamat dan kini tengah melakukan investigasi untuk mencari penyebab insiden.
Baca Juga: IPO SpaceX Hampir US$2 Triliun, Taruhan Besar Visi Elon Musk
"Ini hari yang sangat berat, tapi kami akan membangun kembali apa pun yang perlu dibangun dan kembali terbang. Semua ini layak diperjuangkan," kata Jeff Bezos melalui unggahan di X.
Ledakan ini terjadi saat Blue Origin bersiap menjalankan peluncuran keempat New Glenn untuk mengangkut 48 satelit internet Amazon ke orbit rendah bumi. Satelit tersebut diketahui belum dipasang ke roket saat insiden terjadi.
Kegagalan itu menambah daftar hambatan proyek New Glenn yang sudah bertahun-tahun mengalami penundaan. Roket setinggi 29 lantai tersebut menjadi proyek andalan Blue Origin untuk bersaing dengan armada Falcon dan Starship milik SpaceX.
Insiden ini juga berpotensi berdampak pada program eksplorasi bulan NASA. New Glenn diproyeksikan berperan penting dalam misi Artemis untuk mengirim kargo dan pendarat ke bulan.
Padahal, dua hari sebelumnya NASA baru saja memberikan kontrak senilai US$ 188 juta kepada Blue Origin untuk misi pendaratan rover di permukaan bulan.
Administrator NASA Jared Isaacman mengatakan pihaknya akan mendukung investigasi bersama Blue Origin sekaligus mengevaluasi dampaknya terhadap program Artemis dan Moon Base.
Baca Juga: SpaceX Siap Pecahkan Rekor IPO Terbesar Dunia, Salip Saudi Aramco
"Pengembangan roket pengangkut berat memang sangat sulit," ujar Isaacman.
Persaingan Blue Origin dan SpaceX dalam proyek antariksa memang semakin ketat. Kedua perusahaan berlomba membantu NASA membawa manusia kembali ke bulan sebelum misi berawak China yang ditargetkan berlangsung pada 2030.
Namun, SpaceX juga tidak sepenuhnya mulus. Tahun lalu, roket Starship milik Elon Musk juga sempat meledak saat uji coba di Texas.
Pekan lalu, SpaceX kembali melakukan uji terbang Starship dengan hasil sebagian sukses, meski pendorong Super Heavy gagal mendarat secara terkendali.
Menanggapi ledakan New Glenn, Elon Musk turut memberikan komentar singkat di X. "Sayang sekali. Membuat roket memang sulit," tulis Musk.
Otoritas Penerbangan Federal AS (FAA) menyatakan insiden tersebut tidak berdampak pada lalu lintas penerbangan di wilayah sekitar karena berada di luar ruang lingkup pengawasan mereka.













