Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Roket New Glenn milik Blue Origin meledak hebat saat menjalani pengujian mesin di landasan peluncuran pada Kamis (28/5/2026) malam waktu setempat.
Insiden tersebut menjadi pukulan bagi perusahaan antariksa milik Jeff Bezos yang tengah berupaya mengejar ketertinggalan dari SpaceX milik Elon Musk.
Baca Juga: Trump di Persimpangan: Harga BBM, Selat Hormuz, dan Ancaman Nuklir Iran
Video yang diunggah kanal YouTube NASASpaceflight memperlihatkan roket New Glenn mulai menyala di landasan sekitar pukul 21.00 waktu setempat sebelum tiba-tiba meledak menjadi bola api raksasa.
Ledakan itu memunculkan kobaran api dan asap tebal yang membumbung tinggi ke udara.
Blue Origin menyatakan telah terjadi “anomali”, istilah yang umum digunakan industri antariksa untuk menggambarkan kegagalan peluncuran atau ledakan roket.
“Kami mengalami anomali selama hot-fire test hari ini. Seluruh personel telah dipastikan selamat. Kami akan memberikan pembaruan setelah mengetahui lebih lanjut,” tulis Blue Origin melalui platform X.
Hot-fire test merupakan tahap pengujian ketika mesin roket dinyalakan saat roket masih berada dan ditahan di landasan peluncuran.
Baca Juga: Mata Uang Asia Bergerak Stabil Jumat (29/5), Rupiah dan Won Korea Melemah
Dalam unggahan terpisah di X, Jeff Bezos mengatakan masih terlalu dini untuk mengetahui penyebab utama insiden tersebut.
“Hari yang sangat berat, tetapi kami akan membangun kembali apa pun yang perlu dibangun dan kembali terbang. Semua ini layak diperjuangkan,” ujar Bezos.
Sehari sebelumnya, Blue Origin menyatakan tengah menyiapkan New Glenn untuk meluncurkan 48 satelit Amazon Leo ke orbit rendah bumi.
Misi tersebut merupakan bagian dari proyek konstelasi internet satelit Amazon yang ditujukan untuk menyaingi jaringan Starlink milik Elon Musk.
Namun perusahaan belum mengumumkan jadwal peluncuran resmi.
Baca Juga: Bursa Korea Selatan Melonjak 2% Jumat (29/5), Ditopang Reli Samsung Electronics
Blue Origin telah menghabiskan miliaran dolar dan sekitar satu dekade untuk mengembangkan New Glenn, roket setinggi 29 lantai dengan tahap pertama yang dapat digunakan kembali.
Roket tersebut dirancang untuk bersaing dengan armada Falcon milik SpaceX serta Starship yang lebih besar dan bertenaga.
Elon Musk turut menanggapi video ledakan New Glenn melalui X dengan komentar singkat.
“Sangat disayangkan. Roket memang sulit,” tulis Musk.
Hingga kini, Federal Aviation Administration (FAA) belum memberikan tanggapan resmi terkait insiden tersebut.













