Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Bursa saham Korea Selatan menguat lebih dari 2% pada perdagangan Jumat (29/5/2026) dan bergerak mendekati level rekor tertinggi.
Didorong reli saham Samsung Electronics serta keputusan dana pensiun nasional untuk meningkatkan investasi di pasar domestik.
Baca Juga: Bursa Australia Menguat Jumat (29/5), Ditopang Saham Tambang dan Emas
Melansir Reuters, Indeks acuan KOSPI naik 174,10 poin atau 2,13% menjadi 8.359,39 pada pukul 01.36 GMT.
Sebelumnya pada Rabu, indeks tersebut sempat mencetak rekor tertinggi di level 8.457,09.
KOSPI telah melonjak 6,8% sepanjang pekan ini setelah naik 4,7% pada pekan sebelumnya.
Secara bulanan, indeks tercatat menguat 27,1% setelah pada bulan lalu juga melonjak 30,6%, yang menjadi kenaikan bulanan terbesar sejak Januari 1998.
Penguatan pasar turut didorong keputusan National Pension Service (NPS) atau dana pensiun nasional Korea Selatan yang menaikkan target kepemilikan saham domestik.
Baca Juga: Inflasi Inti Tokyo Tetap di Bawah Target BOJ, Produksi Pabrik Jepang Bangkit
Langkah tersebut meredakan kekhawatiran investor terkait potensi aksi jual besar-besaran untuk penyesuaian portofolio di tengah reli pasar saham Korea yang didorong ledakan tren kecerdasan buatan (AI).
Ekonom Citi Kim Jin-wook menilai, NPS kemungkinan akan tetap mempertahankan porsi besar investasi di saham domestik lebih lama karena risiko penyeimbangan portofolio secara agresif kini mulai berkurang.
Saham Samsung Electronics melonjak 4,34% setelah perusahaan mengumumkan telah mulai mengirimkan sampel chip high-bandwidth memory (HBM) terbaru mereka, yakni HBM4E 12-layer.
Samsung mengklaim pengiriman tersebut menjadi yang pertama di industri untuk produk HBM generasi terbaru tersebut.
Sementara itu, produsen chip lain SK Hynix ikut menguat 1,70%.
Di sektor lain, saham produsen baterai LG Energy Solution naik 2,38%.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun Tipis Jumat (29/5): Brent ke US$ 93,36 & WTI ke US$ 88,27
Saham Hyundai Motor melesat 5,76%, sedangkan Kia Corp naik 1,64%.
Namun tidak semua saham bergerak positif. Saham produsen baja POSCO Holdings turun 2,50%, sementara Samsung BioLogics melemah 2,55%.
Dari total 921 saham yang diperdagangkan, sebanyak 132 saham menguat dan 771 saham melemah.
Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih saham senilai 899 miliar won atau sekitar US$ 599 juta.
Di pasar mata uang, won Korea diperdagangkan di level 1.499,8 per dolar AS, melemah 0,34% dibanding penutupan sebelumnya di 1.494,7.
Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah Korea Selatan tenor tiga tahun turun 2,3 basis poin menjadi 3,734%, sedangkan yield obligasi tenor 10 tahun turun 12,1 basis poin ke level 4,087%.













